Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dan Pengontrolan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Kotagede II dan Puskesmas Mergangsan Yogyakarta
Abstract
Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi darah pada pasien hipertensi. Peningkatan atau penurunan tekanan darah yang tidak terkontrol akan menyebabkan tibulnya penyakit lain bahkan kematian. Sedangkan tingkat pengetahuan yang baik akan meningkatkan kepedulian pasien akan kesehatan dirinya dan mengurangi terjadinya peningkatan tekanan darah yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung coroner, stroke, gagal jantung, insufisiensi renal dan penyakit vaskuler perifer bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, pengontrolan tekanan darah serta hubungan tingkat pengetahuan dengan pengontrolan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede 2 dan Mergangsan. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan alat ukur kuesioner yang dilaksakan pada bulan Maret sampai Mei 2017 di Puskesmas Kotagede 2 dan Mergangsan. Jumlah pasien yang diikutsertakan dalam penelitian ini berjumlah 116 pasien yang dipilih secara accidental sampling dari pasien hipertensi yang berkunjung pada bulan Maret sampai Mei 2017. Data diperoleh berdasarkan hasil pengisian kuesioner pasien hipertensi secara langsung. Pengukuran tingkat pengetahuan pasien tentang hipertensi diukur menggunakan kuesioner HFQ (Hypertension Fact Quisionnare), untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pengontrolan tekanan darah pasien hipertensi data diuji menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di Puskesmas Kotagede 2 dan Mergangsan memiliki tingkat pengetahuan sebesar 18.87% rendah, 65.52% sedang, dan 15.52% tinggi. Sedangkan untuk pengontrolan tekanan darah sebesar 37.07% terkontrol dan 62.93% tidak terkontrol. Hasil penelitian juga menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pengontrolan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Kotagede 2 dan Mergangsan Yogyakarta dengan nilai signifikansi yaitu p = 0,481 (p>0,1). Hal ini disebabkan karena kemungkinan rendahnya kepatuhan pasien yang merupakan penyebab penting dari tekanan darah yang tidak terkontrol.
Collections
- Pharmacy [1885]
