Show simple item record

dc.contributor.authorNastiti, Luthfi Isna
dc.date.accessioned2026-05-12T06:38:50Z
dc.date.available2026-05-12T06:38:50Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62492
dc.description.abstractProvinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan angka kematian tertinggi (berkisar 80%) akibat penyakit diabetes melitus dan hipertensi. Sementara itu masalah miskonsepsi pengobatan berupa penggunaan obat rutin antidiabetes dan antihipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal menjadi faktor utama penyebab ketidakpatuhan pengobatan dan ketidaktercapaian pengendalian penyakit tersebut. Pentingnya pengetahuan yang baik pada kader posbindu dapat menekan laju peningkatan penyakit diabetes melitus dan hipertensi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan kader posbindu serta mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan kader posbindu tentang miskonsepsi penggunaan obat pada penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi. Penelitian ini bersifat kuasi-eksperimental menggunakan pretest-postest control design dengan melibatkan kader posbindu yang terdaftar dan aktif di Puskesmas Sleman dan Puskesmas Ngaglik I. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner yang terdiri dari 6 domain pengetahuan yang telah dikembangkan dan divalidasi sebelumnya. Model edukasi 1 hanya menggunakan media edukasi tanpa edukasi dari tenaga kesehatan, sedangkan model edukasi 2 menggunakan media edukasi disertai pemberian edukasi oleh tenaga kesehatan (Dokter dan Apoteker). Tingkat miskonsepsi penggunaan obat DM tipe 2 dan hipertensi sebelum edukasi pada kader posbindu dalam kategori tinggi berjumlah 15% dan berjumlah 10% setelah edukasi. Penelitian ini menemukan edukasi oleh tenaga kesehatan memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai (p<0,05) pada domain kuisioner tentang obat yang menyebabkan gagal ginjal. Edukasi memiliki pengaruh besar dan signifikan terhadap perubahan miskonsepsi kader posbindu dalam hal obat yang menyebabkan gagal ginjal dengan besaran Effect Size sebesar 28,09%. Penelitian ini merekomendasikan peran tenaga kesehatan dalam pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan kader posbindu.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDM Tipe 2en_US
dc.subjectHipertensi,en_US
dc.subjectMiskonsepsi,en_US
dc.subjectEdukasien_US
dc.subjectTingkat Pengetahuanen_US
dc.subjectKader Posbinduen_US
dc.titlePengaruh Edukasi terhadap Perubahan Miskonsepsi Penggunaan Obat Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi pada Kader Posbinduen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM13613134


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record