| dc.description.abstract | Vaksin termasuk produk biologi beresiko tinggi memerlukan penanganan khusus terutama pada tahapan penyimpanan dan pendistribusian karena sangat rentan terhadap kerusakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga potensi vaksin tetap tinggi dapat dilakukan dengan sistem rantai dingin vaksin. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi kesesuaian distribusi dan penyimpanan rantai dingin vaksin di Puskesmas Umbulharjo I dan Puskesmas Kotagede II. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan data berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi mengacu pada pedoman CDOB tahun 2012 dan standar PMK No. 42 tahun 2013. Data kuantitatif diperoleh dari rekap data penggunaan vaksin tahun 2016 di Puskesmas Umbulharjo I dan Puskesmas Kotagede II. Hasil penelitian kesesuaian sistem cold chain vaksin di Puskesmas Umbulharjo I dan Puskesmas Kotagede II sudah sesuai dengan pedoman dan standar sistem cold chain yang ada meliputi kesesuaian personil, penyimpanan dan pendistribusian. Namun belum sepenuhnya sesuai dalam proses penerimaan, pencatatan, fasilitas dan pemeliharaan. Kualitas pengelolaan vaksin berdasarkan indikator di kedua puskesmas yaitu tingkat ketersediaan vaksin paling kecil-besar sebesar 13,27-36 bulan dan 13,2-27,73 bulan, waktu kekosongan terdapat pada vaksin polio (IPV) di kedua puskesmas sebesar 16,71 %, presentase stok mati di di kedua puskesmas berturut-turut sebesar 14,28% dan 12,5%, total presentase vaksin rusak/kadaluarsa sebesar 1,67% dan 4,44%, kesesuaian suhu penyimpanan vaksin di kedua puskesmas sesuai dengan sistem cold chain serta presentase kesesuaian penyimpanan kondisi FEFO vaksin di kedua Puskesmas berturut-turut sebesar 57 % untuk vaksin TD dan kondisi FEFO vaksin sebesar 100 %. | en_US |