| dc.description.abstract | Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan penyebab utama kematian dan
disabilitas di dunia dengan angka kematian global sekitar 6,5 juta per tahun serta
peningkatan prevalensi lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1990. Di Indonesia,
stroke merupakan penyebab kematian tertinggi, yaitu sekitar 18,5% dari seluruh
kematian, dengan prevalensi 8,3 per 1.000 penduduk. Stroke iskemik ditandai oleh
peningkatan stres oksidatif akibat produksi radikal bebas yang memicu peroksidasi
lipid membran sel saraf, yang ditandai dengan peningkatan kadar
malondialdehyde (MDA) sebagai biomarker stres oksidatif. Terapi stroke iskemik
masih terbatas, sehingga diperlukan eksplorasi agen neuroprotektan alternatif.
Moringa oleifera diketahui mengandung berbagai senyawa antioksidan yang
berpotensi memberikan efek neuroprotektif.
Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kelor terhadap kadar MDA
tikus (Rattus norvegicus) pada model iskemia otak global.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan
rancangan post-test only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih Wistar
dibagi ke dalam enam kelompok (3–5 ekor per kelompok), yaitu kelompok bilateral
common carotid artery occlusion (BCCAO) yang diberikan ekstrak etanol daun
kelor dosis 200, 400, dan 800 mg/kgBB, kelompok BCCAO dengan piracetam,
kelompok BCCAO tanpa perlakuan, serta kelompok sham operated. Kadar MDA
serum diukur menggunakan metode ELISA dan dianalisis dengan uji One Way
ANOVA.
Hasil: Kadar MDA serum pada kelompok yang diberikan ekstrak etanol daun kelor
dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB masing-masing sebesar 4,26 ± 2,96
nmol/mL dan 4,13 ± 4,06 nmol/mL, mendekati kelompok piracetam (5,85 ± 3,32
nmol/mL) dan sham operated (4,54 ± 3,23 nmol/mL). Kelompok dosis 800
mg/kgBB menunjukkan kadar MDA sebesar 4,85 ± 3,02 nmol/mL. Uji One Way
ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar MDA antar
kelompok.
Kesimpulan: Kadar MDA darah pada kelompok yang diberikan ekstrak etanol
daun kelor dosis rendah hingga sedang lebih rendah secara deskriptif
dibandingkan kelompok BCCAO tanpa perlakuan, namun tidak berbeda bermakna
secara statistik. | en_US |