Show simple item record

dc.contributor.authorZahro, Mei Erfina Maulida
dc.date.accessioned2026-05-12T02:13:03Z
dc.date.available2026-05-12T02:13:03Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62481
dc.description.abstractLatar Belakang: Stroke iskemik merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia dengan angka kematian global sekitar 6,5 juta per tahun serta peningkatan prevalensi lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1990. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi, yaitu sekitar 18,5% dari seluruh kematian, dengan prevalensi 8,3 per 1.000 penduduk. Stroke iskemik ditandai oleh peningkatan stres oksidatif akibat produksi radikal bebas yang memicu peroksidasi lipid membran sel saraf, yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehyde (MDA) sebagai biomarker stres oksidatif. Terapi stroke iskemik masih terbatas, sehingga diperlukan eksplorasi agen neuroprotektan alternatif. Moringa oleifera diketahui mengandung berbagai senyawa antioksidan yang berpotensi memberikan efek neuroprotektif. Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kelor terhadap kadar MDA tikus (Rattus norvegicus) pada model iskemia otak global. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih Wistar dibagi ke dalam enam kelompok (3–5 ekor per kelompok), yaitu kelompok bilateral common carotid artery occlusion (BCCAO) yang diberikan ekstrak etanol daun kelor dosis 200, 400, dan 800 mg/kgBB, kelompok BCCAO dengan piracetam, kelompok BCCAO tanpa perlakuan, serta kelompok sham operated. Kadar MDA serum diukur menggunakan metode ELISA dan dianalisis dengan uji One Way ANOVA. Hasil: Kadar MDA serum pada kelompok yang diberikan ekstrak etanol daun kelor dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB masing-masing sebesar 4,26 ± 2,96 nmol/mL dan 4,13 ± 4,06 nmol/mL, mendekati kelompok piracetam (5,85 ± 3,32 nmol/mL) dan sham operated (4,54 ± 3,23 nmol/mL). Kelompok dosis 800 mg/kgBB menunjukkan kadar MDA sebesar 4,85 ± 3,02 nmol/mL. Uji One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar MDA antar kelompok. Kesimpulan: Kadar MDA darah pada kelompok yang diberikan ekstrak etanol daun kelor dosis rendah hingga sedang lebih rendah secara deskriptif dibandingkan kelompok BCCAO tanpa perlakuan, namun tidak berbeda bermakna secara statistik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMoringa OleiferaMoringa Oleiferaen_US
dc.subjectStroke Iskemiken_US
dc.subjectBCCAOen_US
dc.subjectmalondialdehydeen_US
dc.subjectStres Oksidatifen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor terhadap Kadar MDA Darah Tikus Model Iskemia Otak Global Bilateral Common Carotid Artery Occlusionen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711212


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record