• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Lean Manufacturing melalui Pendekatan Value Stream Mapping dan Pemodelan Sistem Studi Kasus : PT Yamaha Indonesia (Silent Upright Piano Assembly)

    Thumbnail
    View/Open
    13522105.pdf (1.727Mb)
    Date
    2017
    Author
    Nabila, Annisa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Salah satu faktor penentu agar perusahaan dapat bersaing di dunia industri saat ini adalah penerapan Lean Manufacturing guna mencapai produktivitas yang efektif dan efisien. Salah satu kendala yang banyak dihadapi perusahaan dalam mempertahankan eksistensinya, termasuk PT Yamaha Indonesia, adalah permasalahan produktivitas. PT Yamaha Indonesia merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan alat musik piano dengan kapasitas produksi yang besar setiap tahunnya. Untuk memenuhi target produksi tersebut, perusahaan menginginkan tercapainya produktivitas yang efektif dan efisien.Penelitian ini bertujuan merancang lean manufacturing guna meningkatkan produktivitas pada salah satu kelompok kerja Departemen UP Assembly PT Yamaha Indonesia, yaitu Silent UP Assembly, menggunakan pendekatan Value Stream Mapping dan pendekatan sistem berupa simulasi. Selanjutnya dilakukan perampingan sistem dan skenario desain eksperimen simulasi untuk memberikan solusi peningkatan produktivitas pada bagian tersebut.Berdasarkan hasil Current State Mapping, produktivitas pada kelompok kerja Silent UP Assembly sebesar 0,27 unit/orang/jam dengan target produktivitas sebesar 0,36 unit/orang/jam. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan input belum sebanding dengan output yang dihasilkan. Penurunan produktivitas disebabkan oleh adanya pemborosan input, aktivitas yang menghambat proses produksi, penggunaan operator yang berlebih akibat kurangnya kemampuan operator, pembagian kerja yang kurang tepat sehingga menghambat aliran material, serta faktor-faktor lainnya.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa solusi potensial untuk meningkatkan produktivitas, seperti usulan perbaikan sistem, usulan pembagian pekerjaan operator baru, dan perbaikan proses kerja lainnya. Penelitian ini juga memanfaatkan FlexSim sebagai alat simulasi dalam perancangan sistem produksi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/62475
    Collections
    • New Submissions [151]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV