Pengaruh Edukasi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Gagal Ginjal Kronik Kader Posbindu Puskesmas Ngaglik I dan Puskesmas Sleman
Abstract
Gagal Ginjal Kronik (GGK) ialah penurunan fungsi ginjal dan struktur ginjal secara progresif yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih dengan penurunan laju filtrasi glomerulus kurang dari 15mL/min/1,73m2 . Salah satu pencegahan penyakit GGK yaitu dengan adanya peningkatan pengetahuan GGK di kalangan masyarakat mulai dari etiologi, pencegahan, hingga pengobatan GGK. Pemberian edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan yang ditujukan melalui kader Posbindu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan gagal ginjal kronik kader Posbindu sebelum pemberian edukasi serta mengetahui pengaruh edukasi tentang gagal ginjal kronik di Puskesmas Ngaglik I dan di Puskesmas Sleman. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimental (one group pretest-postest design). Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 6 domain pertanyaan pengetahuan yang telah dikembangkan dan divalidasi pada penelitian sebelumnya. Model edukasi I menggunakan media modul pintar dan leaflet, sedangkan model edukasi II menggunakan media modul pintar, leaflet, poster dan edukasi oleh tenaga kesehatan. Hasil tingkat pengetahuan sebelum edukasi memiliki rata-rata sebesar 40% dengan kategori sangat rendah dan rendah pada kedua kelompok kader Posbindu dengan besaran pengaruh sebesar 27,27%. Hasil setelah pemberian edukasi di kedua kelompok yakni tidak ada pengaruh edukasi pada kader Posbindu (nilai p > 0,05). Sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh edukasi tidak mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan gagal ginjal kronik kader Posbindu Puskesmas Ngaglik I dan Puskesmas Sleman.
Collections
- Pharmacy [1863]
