| dc.description.abstract | Pemilihan supplier merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha atau bisnis. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam proses pengadaan guna mencapai keunggulan bersaing. Brainattack Apparel merupakan perusahaan clothing yang memiliki factory outlet serta sistem penjualan berbasis online dengan konsumen yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan melakukan pemilihan supplier hanya berdasarkan kriteria kualitas, ketersediaan barang, dan harga. Namun, kriteria tersebut belum mampu menjamin keberlangsungan proses produksi (manufacturing sustainability) maupun keberlangsungan lingkungan (environment sustainability). Oleh karena itu, diperlukan model pengambilan keputusan multikriteria yang mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pemilihan supplier.
Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas kriteria pemilihan supplier. Metode AHP diintegrasikan dengan Analisis Sensitivitas guna mengidentifikasi pengaruh perubahan prioritas kriteria terhadap hasil akhir pemilihan supplier. Penelitian menggunakan 13 kriteria dan 46 subkriteria dalam proses evaluasi supplier.
Hasil perhitungan AHP menunjukkan bahwa kriteria terpenting dalam pemilihan supplier secara berturut-turut adalah kualitas (0,20234), hak-hak karyawan (0,13977), keselamatan dan kesehatan kerja (0,13200), pengiriman dan pelayanan (0,09482), produk ramah lingkungan (0,08203), biaya (0,06917), perancangan ramah lingkungan (0,06823), fleksibilitas (0,05189), kegiatan pendukung (0,04899), penyimpanan ramah lingkungan (0,03415), lingkungan (0,03124), transportasi ramah lingkungan (0,02270), dan teknologi ramah lingkungan (0,02267). Berdasarkan analisis sensitivitas, kriteria yang paling berpengaruh terhadap pemilihan supplier adalah kualitas, hak-hak karyawan, keselamatan dan kesehatan kerja, pengiriman dan pelayanan, produk ramah lingkungan, perancangan ramah lingkungan, biaya, kegiatan pendukung, dan fleksibilitas.
Prioritas alternatif keputusan pemilihan supplier menunjukkan bahwa Supplier A memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,367168, diikuti Supplier D sebesar 0,303305, Supplier C sebesar 0,178574, dan Supplier B sebesar 0,150953. | en_US |