| dc.description.abstract | Latar Belakang: Kontrasepsi tradisional terbukti kurang efektif untuk mencegah
kehamilan dibandingkan kontrasepsi modern. Meskipun demikian,
penggunaannya di negara Asia Tenggara masih tinggi.
Tujuan Penelitian: Menjelaskan faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi
tradisional dibandingkan dengan kontrasepsi modern di Thailand dan Vietnam.
Metode Penelitian: Penelitian cross-sectional menggunakan data Multiple
Indicator Cluster Survey (MICS) dari UNICEF di Thailand tahun 2022 dan Vietnam
tahun 2020─2021. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis
bivariat dengan Chi-Square dan regresi logistik, serta analisis multivariat dengan
regresi logistik. Tingkat hubungan dinyatakan dengan odds ratio (OR) pada
bivariat dan adjusted odds ratio (aOR) pada multivariat. Hasil dinyatakan signifikan
jika p value < 0,05.
Hasil: Faktor yang memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi tradisional di
Thailand adalah rentang usia 25─29 tahun dan 40─44 tahun, pendidikan
menengah pertama dan menengah, jumlah anak hidup 0─1 dan 2─3 anak, serta
indeks kesejahteraan terbawah dan menengah bawah (p<0,05). Sedangkan faktor
yang berkaitan dengan pemilihan kontrasepsi tradisional di Vietnam adalah
rentang usia 15─19 tahun; 20─24 tahun; 25─29 tahun; 30─34 tahun; dan 35─39
tahun, pendidikan pradasar atau tidak bersekolah, serta indeks kesejahteraan
menengah bawah dan menengah (p<0,05).
Simpulan: Terdapat perbedaan faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi
di Thailand dan Vietnam. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali faktor
sosial budaya yang mendasari. | en_US |