| dc.description.abstract | Latar Belakang: Kerontokan rambut merupakan masalah yang sering terjadi
akibat berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, trauma, stres, dan faktor
lainnya. Kerontokan yang terus menerus dapat menyebabkan terjadinya
kebotakan. Pengobatan yang saat ini menjadi pilihan adalah minoxidil yang
memiliki efek samping berupa iritasi, hingga hipertrikosis. Eco-enzyme berisi kulit
buah dan sayuran dapat menjadi alternatif dalam pilihan untuk pengobatan selain
penggunaan obat kimia. Eco-enzyme berisi kulit pisang, kulit buah naga, kulit
jeruk, daun kelor, seledri, dan bunga telang mengandung senyawa aktif flavonoid
serta vitamin yang dapat berperan sebagai antioksidan dan nutrisi untuk
membantu menjaga serta menutrisi rambut.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh cairan eco-enzyme terhadap
pertumbuhan rambut pada tikus Rattus norvegicus.
Metode Penelitian: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain post-test
only control design pada hewan uji tikus galur Sprague-Dawley sebanyak 30 tikus
yang dibagi dalam 5 kelompok menggunakan randomisasi; K I (minoxidil 2%), K II
(Akuades), K III (pengenceran eco-enzyme 1:100), K IV (pengenceran eco-
enzyme 1:200), dan K V (pengenceran eco-enzyme 1:300). Penyemprotan dua
kali sehari dan dilakukan selama 14 hari, pengukuran dilakukan pada hari ke 7 dan
14 dengan mengambil 10 helai rambut tikus secara acak. Hasil pengukuran dari
10 helai tersebut dirata-rata.
Hasil: Analisis bivariat memperoleh hasil pengukuran pertumbuhan rambut pada
hari ke 7 (p value = 0,730) dan pertumbuhan rambut pada hari ke 14 (p value =
0,258) . Secara statistik tidak didapatkan hasil yang signifikan antara setiap
kelompok.
Simpulan: Eco-enzyme tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan rambut pada
tikus Rattus norvegicus. | en_US |