• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kajian Pola Peresepan Obat Antihistamin Pada Pasien Rawat Jalan dengan Rhinitis Alergi di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan

    Thumbnail
    View/Open
    22711125.pdf (3.459Mb)
    Date
    2025
    Author
    Afianaya, Mayori Cassia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Rhinitis alergi (RA) merupakan penyakit inflamasi pada mukosa hidung akibat reaksi hipersensitivitas yang dimediasi oleh Immunoglobulin E (IgE) terhadap paparan alergen. Angka kejadian RA terus meningkat seiring bertambahnya usia dan menjadi salah satu penyebab utama gangguan pernapasan alergi di masyarakat. Salah satu terapi utama RA adalah antihistamin, yang bekerja dengan memblok reseptor histamin untuk meredakan gejala seperti bersin, gatal hidung, dan rhinorrhea. Penggunaan antihistamin yang tidak rasional dapat menimbulkan efek samping seperti sedasi dan toksisitas, terutama pada anak-anak dan lanjut usia. Oleh karena itu, evaluasi pola peresepan antihistamin penting untuk memastikan penggunaan obat yang rasional sesuai pedoman terapi. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran profil peresepan antihistamin pada pasien rawat jalan dengan rhinitis alergi di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional retrospektif menggunakan data rekam medis pasien rawat jalan periode Januari–Desember 2024. Data meliputi jenis antihistamin, dosis, frekuensi, dan kesesuaian dengan pedoman Allergic Rhinitis anddan its Impact on Asthma (ARIA). Hasil: Sebanyak 95 pasien memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 49 laki-laki (51,6%) dan 46 perempuan (48,4%). Usia terbanyak 20–30 tahun (21,1%) dan mayoritas bekerja sebagai karyawan swasta (54,7%). Terapi kombinasi digunakan pada 51,6% pasien, dan antihistamin generasi kedua pada 80%. Obat yang paling banyak diresepkan yaitu Cetirizine (29,2%), Kombinasi Loratadine dan Pseudoefedrin (28,4%), dan Loratadine (18,9%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien mendapatkan antihistamin generasi kedua dengan pola peresepan yang sesuai dengan prinsip penggunaan obat rasional berdasarkan guidelines ARIA.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62425
    Collections
    • Medical Education [2827]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV