Potensi Sirsak (Annona Muricata Lin.) dalam Pengobatan Kanker Payudara Triple Negatif: Tinjauan Perlingkupan
Abstract
Latar Belakang: Kanker payudara triple negatif (TNBC) merupakan subtipe
agresif dengan pilihan terapi terbatas dan prognosis yang buruk, mendorong
pencarian alternatif pengobatan. Annona muricata (sirsak) dikenal memiliki
berbagai senyawa bioaktif dengan potensi antikanker. Tinjauan perlingkupan ini
bertujuan untuk memetakan dan mengevaluasi bukti ilmiah mengenai potensi A.
muricata dalam pengobatan TNBC, termasuk mekanisme aksi dan efektivitasnya.
Metode Penelitian: Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed,
EBSCOhost, ProQuest, dan Sciencedirect untuk artikel yang relevan yang
dipublikasikan antara tahun 2015-2025. Kata kunci yang digunakan meliputi
"Annona muricata", "soursop", "triple-negative breast cancer" dan sebagainya.
Proses seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA-ScR dengan kriteria inklusi
studi in vitro, in vivo pada hewan, dan in silico yang meneliti efek A. muricata pada
TNBC.
Hasil: Sebelas artikel memenuhi kriteria inklusi. Studi menunjukkan bahwa ekstrak
A. muricata, terutama dari daun dan fraksi etil asetat, secara signifikan
menghambat proliferasi sel TNBC (seperti MDA-MB-231, 4T1, BT-20) dan
mengurangi pertumbuhan tumor pada model hewan. Mekanisme kerja utama
meliputi induksi apoptosis (melalui aktivasi caspase, modulasi Bax/Bcl-2,
peningkatan ROS), penghentian siklus sel (pada fase G0/G1 atau S, dengan
penurunan ekspresi siklin D1), penghambatan metastasis dan invasi sel
(penurunan H-prune), serta modulasi jalur pensinyalan seluler (EGFR, MAPK,
AKT, NF-κB). Ekstrak juga menunjukkan potensi peningkatan respons imun,
aktivitas antioksidan, dan efek sinergis dengan doxorubicin. Senyawa aktif utama
yang teridentifikasi adalah acetogenin dan flavonoid. Mayoritas studi menunjukkan
selektivitas terhadap sel kanker dan toksisitas rendah pada sel normal.
Simpulan: Annona muricata menunjukkan potensi yang signifikan sebagai agen
terapeutik untuk kanker payudara triple negatif melalui berbagai mekanisme aksi
multi-target. Temuan praklinis ini menjanjikan, namun penelitian klinis lebih lanjut
pada manusia sangat diperlukan untuk mengonfirmasi efikasi dan keamanannya.
Collections
- Medical Education [2827]
