| dc.description.abstract | Latar Belakang: Gangguan pendengaran sensorineural (Sensorineural Hearing Loss/SNHL) merupakan gangguan pendengaran permanen yang sering terjadi pada anak akibat kerusakan pada koklea atau saraf auditorik. Salah satu penyebab utama SNHL adalah penggunaan obat-obatan ototoksik seperti aminoglikosida, cisplatin, carboplatin, dan diuretik loop yang dapat menimbulkan kerusakan ireversibel pada sel rambut koklea. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme kerja obat ototoksik dalam memengaruhi terjadinya SNHL serta menentukan golongan obat yang paling berkontribusi terhadap kejadian SNHL pada anak. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR. Sumber data diperoleh dari basis data PubMed, ScienceDirect, EBSCO, dan Portal Garuda dengan rentang publikasi tahun 20142024. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, skrining, eligibilitas, dan inklusi, kemudian dianalisis menggunakan tabel ekstraksi data. Hasil: Cisplatin merupakan obat yang paling sering dikaitkan dengan kejadian SNHL dengan insidensi kehilangan pendengaran mencapai 48–75%, terutama pada dosis kumulatif tinggi (≥400 mg/m²) dan anak usia ≤5 tahun. Aminoglikosida seperti gentamisin dan amikasin juga dapat menyebabkan kehilangan pendengaran pada frekuensi tinggi, khususnya pada terapi berulang jangka panjang. Selain itu, carboplatin, metotreksat, makrolida, dan diuretik loop turut berpotensi menimbulkan efek ototoksik. Faktor risiko lain yang memperberat kejadian SNHL antara lain radioterapi kranial, gangguan fungsi ginjal, serta penggunaan kombinasi beberapa obat ototoksik. Pemberian sodium thiosulfate mampu menurunkan risiko SNHL akibat cisplatin tanpa menurunkan efektivitas terapi kanker. Simpulan: Cisplatin merupakan penyebab utama SNHL pada anak, diikuti oleh aminoglikosida dan carboplatin. Risiko meningkat pada dosis tinggi, usia muda, serta paparan terapi kombinasi. Diperlukan pemantauan audiologi berkala, penyesuaian dosis, serta upaya pencegahan farmakologis untuk meminimalkan efek ototoksik obat pada populasi anak. | en_US |