| dc.description.abstract | Latar Belakang: Diabetes melitus masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan
global sehingga hal ini mendorong upaya berkelanjutan untuk menemukan strategi
terapi yang lebih efektif, termasuk terapi yang berbasis pada produk alami.
Tanaman nanas (Ananas comosus) sangat menarik karena memiliki berbagai
kandungan fitokimia, seperti flavonoid, saponin, dan bromelain, yang berkaitan
dengan aktivitas antidiabetik. Penelitian scoping review ini dilakukan untuk
menyatukan perbedaan pengetahuan yang ada dengan memetakan bukti terkini
tentang potensi antidiabetik Ananas comosus. Tujuannya adalah untuk
mengevaluasi dan meringkas literatur ilmiah secara komprehensif mengenai
potensinya sebagai agen antidiabetik.
Metode: Penelitian scoping review ini mencakup artikel penelitian asli yang
mengkaji potensi antidiabetik tanaman nanas (Ananas comosus) dan diterbitkan
antara tahun 2010 dan 2024 dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Literatur yang
relevan diidentifikasi melalui penelusuran di berbagai basis data dan platform,
termasuk Google Scholar, Portal Garuda, PubMed, ScienceDirect, dan EBSCO.
Proses seleksi mematuhi pedoman PRISMA-ScR (Preferred Reporting Items for
Systematic Reviews and Meta-Analyses extension for Scoping Reviews).
Ekstraksi data, kategorisasi karakteristik studi, dan sintesis temuan dilakukan
untuk mengatasi tujuan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya.
Hasil: Sebanyak 10 studi yang memenuhi syarat disertakan, terdiri dari 2 studi in
vitro dan 8 studi in vivo. Kedua studi in vitro melaporkan bahwa Ananas comosus
menunjukkan potensi antidiabetik. Di antara studi in vivo, 7 menunjukkan efek
antidiabetik positif dari Ananas comosus terutama pada bagian kulit, bonggol, dan
daunnya, sementara 1 studi tidak mengamati potensi yang signifikan. Mekanisme
antidiabetik yang dilaporkan meliputi penurunan kadar glukosa darah,
perlindungan seluler, perbaikan DNA, penghambatan enzim α-glukosidase, dan
pencegahan proses glikasi. Namun, satu studi menunjukkan bahwa Ananas
comosus tidak memiliki efek pada penghambatan α-amilase dan menunjukkan
dampak terbatas pada kadar kreatinin darah, yang menunjukkan variabilitas dalam
efek biologisnya.
Simpulan: Ananas comosus menunjukkan potensi sebagai agen antidiabetik
melalui berbagai mekanisme, termasuk regulasi glukosa dan penghambatan
enzim. Meskipun temuan praklinis menunjukkan hasil yang baik, penelitian lebih
lanjut, terutama uji klinis, diperlukan untuk memvalidasi potensi dan keamanannya
pada manusia. | en_US |