Hubungan antara Konsumsi Serat dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Akne vulgaris adalah penyakit kulit yang ditandai dengan adanya peradangan kronis pada folikel pilosebasea. Berbagai faktor dinilai memengaruhi patogenesis terjadinya akne vulgaris. Diet atau pola makan yang tidak baik menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya akne vulgaris, salah satunya adalah kurangnya konsumsi serat. Namun, hingga saat ini penelitian yang meneliti mengenai hubungan konsumsi serat terhadap kejadian akne vulgaris masih sanggatlah kurang dan hasilnya belum konsisten. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara konsumsi serat dengan kejadian akne vulgaris. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Sumber data primer yang didapat berasal dari pengisian kuesioner 24-hour food recall dan pengambilan foto wajah responden 3 sisi (tampak depan, kanan, dan kiri). Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dan aplikasi fatSecret untuk mengolah data asupan nutrisi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yaitu tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Fisher exact test dan Mann-whitney test. Hasil Penelitian: Penelitian ini terdiri dari 42 responden dengan 15 diantaranya mengalami akne vulgaris. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan nilai p value 0,04. Rata-rata konsumsi serat responden adalah 6,39 ± 5,94. Simpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi serat dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dengan p value sebesar 0,04
Collections
- Medical Education [2850]
