| dc.description.abstract | Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit arboviral yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DBD menjadi masalah kesehatan penting di negara tropis seperti Indonesia, dengan angka kejadian yang tinggi. Di Indonesia, pada 2022 tercatat lebih dari 143.000 kasus dengan 1.237 kematian. Lama rawat inap pasien DBD dapat mempengaruhi biaya perawatan yang tinggi. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi lama rawat inap dan outcome pasien DBD di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri, pada tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan faktor usia, angka trombosit, leukosit, hematokrit, komplikasi, dan komorbiditas terhadap lama rawat inap dan outcome pasien DBD. Hasil: Dari 103 sampel, hasil analisis univariat menunjukkan rawat inap ≤4 hari (n=57), >4 hari (n=46). Rata rata rawat inap pasien adalah 4 hari dengan rawat inap paling singkat 1 hari dan paling lama 9 hari. Pasien yang sembuh 102 pasien, 1 pasien meninggal. Distribusi umur paling banyak pada kategori dewasa muda (17-25 tahun) (n=38, 36.9%). Jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki (n=57, 56.3%). Dominasi angka trombosit rendah (n=84). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia dewasa muda (35–55 tahun), angka trombosit rendah, dan komorbiditas berpengaruh terhadap lama rawat inap. Keseluruhan faktor yang diteliti tidak memiliki pengaruh terhadap outcome. Kesimpulan: Usia, angka trombosit rendah, dan komorbiditas berhubungan signifikan dengan lama rawat inap pasien DBD di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri pada tahun 2023. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara outcome pasien dengan faktor-faktor yang diteliti. | en_US |