• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kualitas Air Tanah Berdasarkan Parameter Kesadahan di Wilayah Sub Das Code Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    13513005.pdf (3.581Mb)
    Date
    2017
    Author
    Sarastuti, Fatma Wahyu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Air tanah yang ada di wilayah-wilayah Kab. Sleman, Kota Yogyakarta dan Kab. Bantul dikontrol oleh sistem hidrologi, geologi, dan hidrogeologi yang berhulu pada lereng selatan bagian atas Gunung Merapi. Banyaknya sumur-sumur dangkal maupun sumur dalam yang menembus lapisan akuifer, baik untuk keperluan rumah tangga, pertanian maupun industri akan menimbulkan degradasi kuantitas dan kualitas air tanah. Salah satu parameter kimia dalam persyaratan kualitas air adalah jumlah kandungan unsur Ca²⁺ dan Mg²⁺ dalam air yang keberadaannya biasa disebut kesadahan air. Pada umumnya kesadahan menunjukkan jumlah kalsium karbonat dalam milligram perliter atau bagian perjuta. Kesadahan dalam air sangat tidak dikehendaki baik untuk penggunaan rumah tangga maupun untuk penggunaan industri. Berdasarkan PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, kadar maksimum kesadahan (CaCO₃) yang diperbolehkan adalah 500mg/L. Penelitian memiliki tujuan mengkaji kualitas air tanah dan pemetaan kualitas air tanah berdasarkan parameter kesadahan di Sub DAS Code Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pengumpulan sampel yang dilakukan sebanyak 38 titik, sampel diuji menggunakan metode Titrasi Kompleksometri dengan EDTA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 38 sampel air tanah, kadar kesadahan total berada di bawah baku mutu yang disyaratkan oleh pemerintah sebesar 500 mg/L. Susunan batuan pada wilayah penelitian bukan merupakan susunan batu kapur. Besar kemungkinan air tidak melewati lapisan batu kapur, sehingga nilai kesadahan air tanah tidak melewati baku mutu.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/62389
    Collections
    • Environmental Engineering [1831]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV