Kualitas Air Tanah Berdasarkan Parameter Kesadahan di Wilayah Sub Das Code Yogyakarta
Abstract
Air tanah yang ada di wilayah-wilayah Kab. Sleman, Kota Yogyakarta dan Kab. Bantul dikontrol oleh sistem hidrologi, geologi, dan hidrogeologi yang berhulu pada lereng selatan bagian atas Gunung Merapi. Banyaknya sumur-sumur dangkal maupun sumur dalam yang menembus lapisan akuifer, baik untuk keperluan rumah tangga, pertanian maupun industri akan menimbulkan degradasi kuantitas dan kualitas air tanah. Salah satu parameter kimia dalam persyaratan kualitas air adalah jumlah kandungan unsur Ca²⁺ dan Mg²⁺ dalam air yang keberadaannya biasa disebut kesadahan air. Pada umumnya kesadahan menunjukkan jumlah kalsium karbonat dalam milligram perliter atau bagian perjuta. Kesadahan dalam air sangat tidak dikehendaki baik untuk penggunaan rumah tangga maupun untuk penggunaan industri. Berdasarkan PERMENKES RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, kadar maksimum kesadahan (CaCO₃) yang diperbolehkan adalah 500mg/L. Penelitian memiliki tujuan mengkaji kualitas air tanah dan pemetaan kualitas air tanah berdasarkan parameter kesadahan di Sub DAS Code Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pengumpulan sampel yang dilakukan sebanyak 38 titik, sampel diuji menggunakan metode Titrasi Kompleksometri dengan EDTA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 38 sampel air tanah, kadar kesadahan total berada di bawah baku mutu yang disyaratkan oleh pemerintah sebesar 500 mg/L. Susunan batuan pada wilayah penelitian bukan merupakan susunan batu kapur. Besar kemungkinan air tidak melewati lapisan batu kapur, sehingga nilai kesadahan air tanah tidak melewati baku mutu.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
