Show simple item record

dc.contributor.authorLailiya, Nurul Alfi
dc.date.accessioned2026-05-11T02:38:05Z
dc.date.available2026-05-11T02:38:05Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62387
dc.description.abstractVaksin diberikan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit, khususnya pada bayi atau anak-anak. Penyimpanan dan distribusi vaksin harus memenuhi syarat rantai dingin vaksin (vaccine cold chain) yang baik untuk mempertahankan kualitas vaksin. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi sistem cold chain pada vaksin di Puskesmas Sleman dan Puskesmas Mlati I Kabupaten Sleman. Metode penelitian merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional yang bersifat kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, kemudian diolah dengan cara tabulasi. Observasi dan wawancara dilakukan dengan menggunakan ceklis dan pedoman wawancara, yang disusun berdasarkan Pedoman Cara Distribusi Obat Yang Baik Tahun 2012 dan Standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Data kuantitatif diambil sebagai data pendukung yang diperoleh dari data LPLPV dan kartu stok vaksin. Analisis hasil data kualitatif dilakukan dengan metode triangulasi, sedangkan data kuantitatif dalam bentuk tingkat ketersediaan vaksin, persentase waktu kekosongan vaksin, persentase stok mati, persentase vaksin kadaluarsa / rusak, kesesuaian suhu penyimpanan vaksin, dan persentase penyimpanan vaksin dengan FEFO. Hasil yang diperoleh mengenai kesesuaian sistem cold chain pada vaksin telah terdapat kesesuaian pada personil dan distribusi, tetapi masih terdapat ketidaksesuaian pada penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, pencatatan, dan fasilitas dengan standar yang digunakan. Kualitas pengelolaan vaksin di Puskesmas Sleman dan Puskesmas Mlati I berturut-turut berdasarkan indikator yaitu tingkat ketersediaan vaksin sebesar 12,69 bulan-18,21 bulan dan 12,16 bulan-14,05 bulan, persentase waktu kekosongan vaksin 34,25% dan 18,63%, persentase stok mati 0,00%, persentase vaksin kadaluarsa / rusak secara keseluruhan 0,81% dan 0,23%, suhu penyimpanan vaksin yang sesuai dengan suhu literatur, dan persentase penyimpanan vaksin dengan FEFO yang tidak sepenuhnya 100%, yaitu 66,67% dan 88,89%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectsistem cold chain,en_US
dc.subjectvaksin,en_US
dc.subjectPuskesmas Sleman dan Puskesmas Mlati Ien_US
dc.titleEvaluasi Sistem Cold Chain Pada Vaksin Di Puskesmas Sleman Dan Puskesmas Mlati I Kabupaten Slemanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM13613175


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record