Analisis Perhitungan Harga Sewa Rumah Susun berdasarkan Metode Pelaksanaan Konstruksi Konvensional dan Pracetak (Studi Kasus: Rusunawa Jongke, Kab. Sleman) (Analysis of Flat Rental Price Calculations Based on Conventional and Precast Construction Methods)
Abstract
Rumah susun dibangun untuk mengatasi kekurangan kebutuhan rumah dan keterbatasan lahan untuk perumahan yang tersedia.Rumah susun sewa diperuntukan untuk golongan menengah kebawah. Pada saat ini pemerintah sedang giat mencanangkan rusunawa sebagai salah satu upaya mengurangi masyarakat yang masih tinggal di daerah kumuh dan bantaran sungai. Untuk menghasilkan suatu Rusunawa yang baik dan nyaman diperlukan pelaksanaan kontruksi yang baik dan benar,dengan banyak nya Rusunawa yang akan dibangun maka efiseiensi biaya dan waktu pelaksanaan menjadi hal yang penting,penggunaan metode pelaksanaan kontruksi sangat mempengaruhi kecepatan waktu pekerjaan pembangunan suatu kontruksi Rusunawa, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi biaya pembangunan antara metode konvensional dan metode pracetak,menganalisa harga sewa Rusunwa Jongke dengan memperhitungkan biaya investasi,operasional,perawatan dan pemeliharaan yang dibutuhkan. Metode perhitungan tarif sewa Rusunawa berdasarkan PERMENPERA no.18 tahun 2007 yang digunakan untuk mendapatkan harga pokok sewa tiap unit perbulan.Sebelum menghitung harga sewa perlu dilakukan identifikasi dan perhitungan biaya yang terjadi. Perhitungan tarif sewa Rusunawa berdasarkan PERMENPERA no.18 tahun 2007 belum memperhitungkan perubahan nilai uang karena waktu (time value of money). Dalam penelitian ini akan dilakukan analisa yang memperhitungkan adanya perubahan nilai uang karena waktu Dari hasil analisis didapat biaya pekerjaan dengan menggunakan metode pracetak sebesar Rp.14.067.587.117,03 dan menggunakan metode konvensional sebesar Rp.13.873.585.259,37. Selisih harga antara kedua metode tersebut adalah sebesar Rp.194.001.857,66. Dengan demikian metode pracetak lebih mahal dibandingkan dengan metode konvensional. Hal ini disebabkan metode pracetak menggunakan material mutu tinggi dan ada tambahan alat berat saat pemasangan komponen nya. Dari hasil perhitungan harga sewa Rusunawa Jongke didapatkan harga sewa sesuasi kriteria penetapan harga sewa yang harus terjangkau oleh masyarakat menengah kebawah khusus nya MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dengan besaran tidak lebih dari 1/3 pendapatan penghuni sehingga klasifikasi yang tepat adalah tarif sewa sosial dengan tarif sebesar Rp.259.000/unit/bulan
Collections
- Civil Engineering [4758]
