Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Vera Safira Mutiara
dc.date.accessioned2026-05-11T01:58:50Z
dc.date.available2026-05-11T01:58:50Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62370
dc.description.abstractLatar Belakang: Tonsilitis kronis merupakan salah satu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang paling sering terjadi dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Rekurensi tonsilitis serta penatalaksanaan tonsilitis kronis yang tidak efektif sering kali memerlukan tindakan operatif berupa tonsilektomi. Beberapa teknik tonsilektomi seperti metode guillotine dan diseksi konvensional memiliki perbedaan dalam efektivitas dan tingkat perdarahan yang ditimbulkan. Tujuan: Scoping review ini bertujuan untuk membandingkan volume perdarahan intraoperatif, persentase terjadinya komplikasi perdarahan, dan keefektifan metode operasi tonsilektomi antara teknik guillotine dan diseksi. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan scoping review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Scoping Review (PRISMA-ScR). Artikel diperoleh dari database PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, MDPI, dan Google Scholar dengan kriteria publikasi tahun 2015–2025. Proses seleksi melibatkan tahap identifikasi, skrining, eligibilitas, dan inklusi, serta dianalisis menggunakan tabel ekstraksi data. Hasil: Sebanyak 16 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Metode guillotine menghasilkan kehilangan darah intraoperatif yang lebih sedikit (rata-rata 39,66 mL) dibandingkan dengan metode diseksi konvensional (rata-rata 64,12 mL). Perdarahan pasca-operatif juga menunjukkan hasil yang serupa, yaitu cenderung lebih rendah pada kelompok guillotine. Metode guillotine menunjukkan waktu operasi yang lebih singkat, sedangkan tingkat nyeri pasca-operatif bervariasi antar penelitian. Kedua teknik menunjukkan Tingkat keamanan dan hasil pemulihan yang dapat diterima. Kesimpulan: Metode guillotine terbukti lebih efisien dalam mengurangi perdarahan intraoperatif dan persentase kejadian pasca-operatif dibandingkan dengan metode diseksi konvensional. Pemilihan teknik tonsilektomi sebaiknya mempertimbangkan kondisi klinis pasien, pengalaman operator, serta fasilitas yang tersedia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTonsilektomien_US
dc.subjectMetode Guillotineen_US
dc.subjectMetode Diseksien_US
dc.subjectPerdarahan Intraoperatifen_US
dc.subjectScoping Reviewen_US
dc.titleGambaran Jumlah Perdarahan Saat Operasi Tonsilektomi menggunakan Metode Guillotine dan Diseksi: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711040


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record