| dc.description.abstract | Gedung K.H.A. Wahid Hasyim merupakan gedung yang terdiri dari 5 lantai. Gedung tersebut juga dikenal sebagai gedung laboratorium karena didalamnya terdapat 26 laboratorium dari berbagai jurusan. Potensi bahaya terdapat di setiap tempat dimana dilakukan suatu aktivitas, terutama di laboratorium dimana didalamnya terdapat berbagai macam aktivitas yang sangat berpotensi menimbulkan risiko. Sehingga potensi bahaya yang dapat menimbulkan risiko-risiko yang melibatkan orang-orang didalamnya harus diketahui untuk kemudian dikendalikan dengan tepat sehingga dampaknya akan dapat diminimalisir. Metode yang digunakan adalah deskriptif semi kuantitatif dengan Job Safety Analysis dan analisis risiko semi kuantitatif AS/NZS 4360:1999/2004 serta pengendalian berdasarkan Hierarchy of Control. Hasil yang didapatkan yaitu total terdapat 193 risiko dan 36 jenis risiko dimana risiko prioritasnya ada 4 yaitu pertama, risiko gangguan pernapasan di Lab. Siman TI dengan pengendalian pemindahan pekerjaan pada ruangan terbuka, membuat sistem penghisap asap, peraturan wajib menggunakan APD, masker respirator N95. Kedua, risiko gangguan pernapasan pada Lab. Tekstil dengan pengendalian mengganti jenis benang, menambahkan blower, menjaga jarak dengan mesin ± 2 m, peringatan memakai masker, surgical mask. Ketiga, risiko kebakaran pada Lab. Siman TM dengan pengendalian mengganti mesin dengan blower otomatis, selalu menyalakan blower, peringatan untuk menyalakan blower, APAR siap pakai. Keempat, risiko melukai mata pada Lab. Robotika dengan pengendalian membuat penutup mesin, menjaga jarak dengan mesin ± 60 cm, membuat peringatan disekitar mesin, menggunakan goggles. | en_US |