| dc.description.abstract | Latar Belakang: Rinosinusinusitis kronik diidentifikasikan sebagai inflamasi mukosa
hidung yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan tidak terjadi kesembuhan
selama 12 minggu atau lebih. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
penderita rhinosinusitis kronik mencapai 5% sampai 12% dari jumlah populasi yang ada.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif yang dilakukan di
Rumah Sakit UII Yogyakarta menggunakan data sekunder rekam medis periode 2021-
2023 yang dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang.
Kemudian data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel menggunakan software SPSS
dan microsoft excel.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 56 penderita didapatkan usia terbanyak
dialami usia 26-35 tahun dengan persentase 44,6%, jenis kelamin terbanyak diderita
oleh perempuan persentase 57,1%, keluhan utama terbanyak adalah hidung tersumbat
dengan persentase 33,9%, pasien terbanyak datang tanpa riwayat rinitis alergi dengan
persentase 73,2%, dan sinus maksila menjadi sinus yang paling banyak terkena dengan
persentase 30%
Simpulan: Penderita rhinosinusitis kronik di Poliklinik THT-KL RS UII lebih banyak
menyerang usia produktif, lebih banyak menyerang perempuan, disertai dengan keluhan
utama tersering hidung tersumbat, banyak penderita yang datang tanpa riwayat rinitis
alergi dan lokasi sinus yang terinfeksi terbanyak adalah sinus maksila. | en_US |