Kepatuhan Pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam Implementasi Kerja Sama Energi Terbarukan Dengan Iclei Indonesia Tahun 2020-2023
Abstract
Transisi energi menuju pemanfaatan energi terbarukan menjadi tantangan penting
bagi pemerintah daerah di Indonesia seiring meningkatnya tekanan global untuk
menurunkan emisi gas rumah kaca. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
merupakan salah satu daerah yang berkomitmen mempercepat transisi energi
melalui kerja sama dengan International Council for Local Environmental
Initiatives (ICLEI) Indonesia dalam program pengembangan energi terbarukan
pada periode 2020–2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
implementasi kerja sama tersebut dengan menitikberatkan pada tingkat kepatuhan
Pemerintah Provinsi NTB terhadap komitmen yang telah disepakati. Kerangka
pemikiran yang digunakan adalah teori kepatuhan dalam rezim internasional,
khususnya konsep treaty-induced compliance yang menilai kepatuhan melalui
indikator outputs, outcomes, dan impacts. Argumen sementara penelitian ini
menyatakan bahwa kepatuhan NTB tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga
tercermin dalam perubahan kebijakan, peningkatan kapasitas institusional, serta
realisasi awal proyek energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
NTB telah memenuhi sebagian besar komitmen kerja sama melalui penyusunan
peta jalan 100% energi terbarukan, penguatan tata kelola energi daerah, serta
peningkatan bauran energi terbarukan. Dengan demikian, kepatuhan NTB dalam
kerja sama ICLEI dikategorikan sebagai treaty-induced compliance dengan
tingkat kepatuhan tinggi dan berkelanjutan.
Collections
- International Relations [926]
