| dc.description.abstract | Latar Belakang : Menopause merupakan proses fisiologis pada perempuan yang
dikaitkan dengan berhentinya siklus menstruasi karena penurunan hormon
estrogen. Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, salah satunya
osteoporosis. Osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang ditandai dengan
penurunan massa tulang. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian
osteoporosis pada perempuan menopause antara lain, anemia. Sedangkan faktor
lainnya yang dapat memengaruhi kejadian osteoporosis pada perempuan
menopause antara lain, status IMT, aktivitas fisik, asupan kalsium, dan umur.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara anemia dengan kejadian
osteoporosis pada perempuan menopause.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional desain
cross sectional menggunakan data primer di Poyandu Lansia Cemara Sleman
tahun 2025 dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 51 orang yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variabel bebas
adalah anemia, sedangkan variabel terikat adalah kejadian osteoporosis pada
perempuan menopause. Selain itu variabel pengganggu yang bisa diukur meliputi,
asupan kalsium, aktivitas fisik, umur, dan status IMT. Variabel pengganggu yang
tidak bisa diukur antara lain, konsumsi kopi, asupan vitamin B12, C, D.
Hasil : Analisis bivariat menujukkan hasil anemia (p 0,623) tidak berhubungan
dengan kejadian osteoporosis pada perempuan menopause. Sementara itu
analisis pearson dilakukan pada penelitian ini dan hasilnya (p 0,119 dengan r -
0,221) tidak ada korelasi antar keduanya. Analisa multivariat status IMT tidak
berhubungan signifikan (p 0,304) aktivitas fisik (p 0,023), asupan kalsium (p
0,050), umur (p 0,017) berhubungan signifikan terhadap kejadian osteoporosis
pada perempuan menopause.
Simpulan : Tidak terdapat hubungan dan korelasi antara anemia dengan kejadian
osteoporosis pada perempuan menopause di Posyandu Lansia Cemara Sleman | en_US |