Strategi Diplomasi Publik KBRI Ankara dalam meningkatkan Citra Indonesia di Turki: Studi Berdasarkan Pengalaman Praktik Kerja Mahasiswa
Abstract
Tugas Akhir ini disusun berdasarkan pelaksanaan praktik kerja penulis di Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) Ankara, khususnya pada Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya
(Pensosbud), dengan fokus pada diplomasi publik digital melalui media sosial Instagram.
Permasalahan yang diangkat meliputi rendahnya tingkat engagement konten, minimnya partisipasi
audiens lokal Turki, serta belum adanya mekanisme evaluasi kinerja media sosial yang terstruktur
dan berbasis data pada akun @indonesiainankara.
Kerangka pemikiran yang digunakan mencakup konsep soft power, public diplomacy 2.0, digital
diplomacy, dan cultural resonance. Argumen sementara dalam Tugas Akhir ini menyatakan bahwa
diplomasi publik digital KBRI Ankara belum berjalan optimal karena strategi komunikasi yang
masih bersifat satu arah, kurang beresonansi dengan budaya lokal, serta tidak didukung evaluasi
performa konten yang sistematis.
Temuan praktik kerja menunjukkan bahwa sebagian besar interaksi berasal dari diaspora
Indonesia, sementara keterlibatan audiens lokal Turki relatif rendah. Selain itu, media sosial
kedutaan lebih berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan dibandingkan instrumen diplomasi publik
strategis. Berdasarkan temuan tersebut, Tugas Akhir ini menawarkan rekomendasi aplikatif untuk
meningkatkan efektivitas diplomasi publik digital KBRI Ankara.
Collections
- International Relations [926]
