| dc.description.abstract | Industri kosmetik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, sejalan dengan
peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya merkuri.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sensor elektrokimia berbasis pencil
graphite electrode (PGE) termodifikasi nanopartikel emas (AuNPs) untuk
mendeteksi ion Hg2+ dalam sampel kosmetik. Nanopartikel emas disintesis
melalui metode Turkevich dengan reduktor natrium sitrat. Dalam penelitian ini
juga dipelajari pengaruh variasi konsentrasi sitrat terhadap pembentukan AuNPs.
Spektrum UV-Vis mengkonfirmasi terbentuknya AuNPs melalui serapan khas
pada panjang gelombang 542 nm yang diperkuat analisis FTIR keberadaan gugus
fungsi sitrat di bilangan gelombang 3331, 1635, dan 1387 cm-1
. Ukuran
hidrodinamik rata-rata partikel diperoleh 199,9 nm membentuk puncak relatif
sempit oleh pengukuran PSA. Selaras dengan citra TEM inti AuNPs berbentuk
spherical hingga quasi-spherical, distribusi ukuran relatif seragam, unimodal, dan
diameter rata-rata 8,82 ± 3,50 nm. Modifikasi PGE dilakukan dengan meneteskan
larutan AuNPs ± 20 μL di atas permukaan elektroda berongga dan didiamkan
selama 24 jam. Kinerja elektroda PGE-AuNPs dievaluasi menggunakan CV,
menunjukkan peningkatan respon elektrokimia pada sistem ferricyanide.
Sementara itu, hasil pengujian PGE-AuNPs terhadap variasi larutan kerja HgCl2
dan sampel kosmetik dengan elektrolit HCl 30 mM diperoleh respon puncak arus
oksidasi yang baik sesuai Hukum Ilcovič dengan nilai linearitas (R2
) 0,9945;
presisi (%RPD) 0,66%; nilai %recovery sebesar 104,48%; LOD 0,078 mM dan
LOQ 0,26 mM. | en_US |