• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan pada Debit Banjir Rancangan di Das Serayu

    Thumbnail
    View/Open
    20511291.pdf (4.285Mb)
    Date
    2026
    Author
    Nurussyifa, Sekar Arum
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan dari tahun ke tahun menyebabkan perubahan luas dan distribusi tata guna lahan di daerah aliran sungai. Perubahan fungsi lahan, khususnya berkurangnya area resapan seperti hutan atau vegetasi, mengakibatkan meningkatnya limpasan permukaan dan potensi terjadinya banjir pada wilayah DAS Serayu. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh perubahan tata guna lahan antara tahun 2015, 2019, dan 2024 terhadap debit banjir rencana wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. Analisis perubahan tata guna lahan dilakukan dengan menggunakan citra satelit Landsat 8 dan pengolahan digital melalui metode supervised classification di software QGIS. Data curah hujan maksimum tahunan diolah menggunakan metode distribusi Log Pearson III setelah pengujian kesesuaian dengan uji statistik. Perhitungan hujan efektif dilakukan dengan metode Soil Conservation Service-Curve Number (SCS-CN) dan pembangkitan hidrograf satuan dilakukan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu dan SCS, sehingga diperoleh gelombang debit banjir rencana untuk masing-masing periode pengamatan. Tutupan lahan menunjukan perubahan yang tidak signifikan, dengan ditunjukkan oleh nilai Curve Number (CN) komposit pada tahun 2015 sebesar 78,13, meningkat menjadi 78,19 pada tahun 2019, dan kembali meningkat menjadi 78,22 pada tahun 2024. Berdasarkan metode yang digunakan, nilai debit banjir terbesar diperoleh dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis Soil Conservation Service (SCS) menggunakan distribusi hujan metode Alternating Block Methode, yaitu sebesar 3.878,65 m3/detik pada tahun 2015, 3886,46 m3/detik pada tahun 2019, dan 3890,55 m3/detik pada tahun 2024.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62278
    Collections
    • Civil Engineering [4758]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV