Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan pada Debit Banjir Rancangan di Das Serayu
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan dari tahun ke tahun
menyebabkan perubahan luas dan distribusi tata guna lahan di daerah aliran sungai. Perubahan
fungsi lahan, khususnya berkurangnya area resapan seperti hutan atau vegetasi, mengakibatkan
meningkatnya limpasan permukaan dan potensi terjadinya banjir pada wilayah DAS Serayu.
Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh perubahan tata guna lahan antara tahun 2015,
2019, dan 2024 terhadap debit banjir rencana wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
Analisis perubahan tata guna lahan dilakukan dengan menggunakan citra satelit Landsat 8
dan pengolahan digital melalui metode supervised classification di software QGIS. Data curah hujan
maksimum tahunan diolah menggunakan metode distribusi Log Pearson III setelah pengujian
kesesuaian dengan uji statistik. Perhitungan hujan efektif dilakukan dengan metode Soil
Conservation Service-Curve Number (SCS-CN) dan pembangkitan hidrograf satuan dilakukan
menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu dan SCS, sehingga diperoleh
gelombang debit banjir rencana untuk masing-masing periode pengamatan.
Tutupan lahan menunjukan perubahan yang tidak signifikan, dengan ditunjukkan oleh nilai
Curve Number (CN) komposit pada tahun 2015 sebesar 78,13, meningkat menjadi 78,19 pada tahun
2019, dan kembali meningkat menjadi 78,22 pada tahun 2024. Berdasarkan metode yang digunakan,
nilai debit banjir terbesar diperoleh dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis Soil Conservation
Service (SCS) menggunakan distribusi hujan metode Alternating Block Methode, yaitu sebesar
3.878,65 m3/detik pada tahun 2015, 3886,46 m3/detik pada tahun 2019, dan 3890,55 m3/detik pada
tahun 2024.
Collections
- Civil Engineering [4758]
