Uji Stabilitas Warfarin dalam Spiked-Saliva menggunakan Metode KCKT-Fluorometer
Abstract
Warfarin merupakan antikoagulan yang memiliki indeks terapi sempit dengan kadar bebas dalam plasma 3-17 ng/mL dan mampu terdistribusi ke menuju saliva. Dengan demikian, saliva dapat digunakan sebagai alternatif matriks biologi dalam bioanalisis warfarin. Saliva dapat diterima pasien berbagai usia karena teknik pengambilan yang lebih tidak invasif dibanding pengambilan darah. Uji stabilitas penting dilakukan menentukan stabilitas analit setelah proses pengembangan preparasi sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas warfarin dalam spiked-saliva setelah pengembangan proses ekstraksi cair-cair berdasarkan kriteria Food and Drug Administration (FDA). Metode analisis yang digunakan adalah KCKT-Fluorometer menggunakan fase gerak dapar fosfat : metanol (50:50), laju alir 1,0 mL/menit, volume injeksi 20μL, fase diam C18 150mm x 4,4mm dan pada panjang gelombang eksitasi 310 nm dan emisi 390 nm. Proses ekstraksi saliva menggunakan pelarut etil asetat. Hasil linearitas kurva kalibrasi menunjukkan nilai r ≥ 0,999 dengan rentang seri kadar 0 – 20 ng/mL. Nilai Lower Limit of Quantification (LLoQ) warfarin dalam spiked-saliva 1,08 ng/mL, nilai Quality Control sample Low (QCL) 5,40 ng/mL, dan nilai Quality Control sample High (QCH) 16 ng/mL. Sementara nilai LLoQ, QCL, dan QCH larutan stok warfarin secara berturutan yaitu 0,80 ng/mL, 4,02 ng/mL dan 16 ng/mL. Uji stabilitas larutan stok, spiked-saliva, beku-cair, dan paska preparasi memperoleh % diff yang tidak melampaui ± 15%. Penelitian menyimpulkan bahwa warfarin stabil selama 21 hari.
Collections
- Pharmacy [1895]
