• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Kinerja Seismik Struktur Gedung Beton Bertulang 6 Lantai dengan Delatasi Menggunakan Analisis Statik Nonlinier (Pushover) (Studi Kasus :Gedung Rumah Sakit di Kabupaten Karawang, Jawa Barat)

    Thumbnail
    View/Open
    21511066.pdf (18.79Mb)
    Date
    2026
    Author
    Natakusuma, Kahfi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kabupaten Karawang, Jawa Barat, merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang cukup tinggi sehingga bangunan dengan fungsi vital seperti rumah sakit perlu dievaluasi kinerja seismiknya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja seismik gedung rumah sakit enam lantai berbahan beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang dikombinasikan dengan dinding geser (shearwall), yang dirancang berdasarkan SNI 1726:2019. Struktur bangunan terdiri atas dua massa yang dipisahkan oleh delatasi dan dianalisis secara terpisah sebagai Gedung A dan Gedung B. Pemodelan struktur tiga dimensi dilakukan menggunakan SAP2000 v26 dengan pembebanan mengacu pada SNI 1727:2020. Analisis statik nonlinier pushover dilakukan dengan pemberian beban lateral bertahap hingga struktur mencapai kapasitas deformasi maksimum, menghasilkan kurva kapasitas yang menunjukkan hubungan antara gaya geser dasar dan displacement atap. Penentuan level kinerja struktur dilakukan menggunakan pendekatan Capacity Spectrum Method berdasarkan ATC-40 melalui pemetaan kurva kapasitas dan kurva permintaan dalam format Acceleration Displacement Response Spectrum untuk memperoleh performance point. Level kinerja ditentukan berdasarkan nilai displacement pada saat performance point tercapai. Hasil analisis menunjukkan bahwa Gedung A mencapai level kinerja seismik Damage Control pada arah X dengan nilai maximum total drift sebesar 0,01225 dan maximum inelastic drift sebesar 0,00958, sedangkan pada arah Y level kinerja tidak dapat ditentukan karena performance point tidak tercapai. Pada Gedung B, level kinerja seismik Damage Control dicapai pada arah Y dengan maximum total drift sebesar 0,01185 dan maximum inelastic drift sebesar 0,00962. Sementara itu, pada arah X Gedung B tidak mencapai performance point karena tidak terjadi perpotongan antara kurva kapasitas dan kurva permintaan seismik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62275
    Collections
    • Civil Engineering [4758]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV