Show simple item record

dc.contributor.authorVatimbing, Aldrin Daeng
dc.date.accessioned2026-05-09T02:44:28Z
dc.date.available2026-05-09T02:44:28Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62266
dc.description.abstractPemilihan lokasi perusahaan yang strategis perlu dilakukan untuk memudahkan sistem produksi dan mempermudah dalam perolehan pasar. PT. Yasa Wahana Tirta Samudera saat ini sedang merencanakn untuk melakukan pengembangan bisnis dengan membangun galangan kapal dengan beberapa alternatif lokasi dengan tujuan memenuhi peningkatan permintaan reparasi dan pembangunan kapal baru. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan daerah yang paling berpotensi sebagai lokasi industri galangan kapal menggunakan metode multi-criteria decision-making yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Kriteria yang digunakan antara lain kriteria transportasi, kriteria suplai energi, kriteria kebutuhan infrastruktur, kriteria lingkungan, kriteria pajak dan keuangan, kriteria layanan utilitas, kriteria daya saing, dan kriteria properti daerah dengan bobot masing-masing berturut-turut adalah 24%, 23%, 16% 11%, 9%, 7%, 6%, dan 4%. Alternatif Lokasi Jepara menjadi prioritas pilihan pertama dengan nilai closeness coefficient sebesar 0,643871. Prioritas kedua adalah alternatif lokasi Banyuwangi dengan nilai closeness coefficient sebesar 0,535975. Di prioritas terkhir adalah alternatif lokasi Sumenep dengan nilai closeness coefficient sebesar 0,226185. Dari hasil analisis sensitivitas didapatkan terdapat 3 kriteria yang dianggap sensitiv terhadap perubahan bobot dimana perubahan dibawah 100% menyebabkan perubahan keputusan akhir yaitu kriteria transportasi, kriteria kebutuhan infrastruktur, dan kriteria daya saing dengan perubahan bobot masing- masing 60%, 41%, dan 23% yang menjadikan lokasi Banyuwangi menjadi prioritas utama. Dari hasil analisis sensitivitas juga didapatkan bahwa alternatif lokasi Sumenep hampir tidak pernah menjadi prioritas utama meskipun dengan adanya perubahan bobot pada kriteria utama. Sumenep hanya dapat menjadi prioritas utama apabila bobot dari kriteria layanan naik diatas 300%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAHPen_US
dc.subjectTOPSISen_US
dc.subjectAnalisis Sensitivitasen_US
dc.titleIntegrasi Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dalam Pemilihan Lokasi Galangan (Studi Kasus: PT Yasa Wahana Tirta Samudera)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM13522145


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record