Pengaruh Pemberian Ekstrak Aquades Bawang Putih Siung Tunggal (Allium Sativum) terhadap Persentase Glomerulus yang Mengalami Sklerosis pada Tikus yang Diinduksi High Fat Diet
Abstract
Latar Belakang: High fat diet (HFD) dapat menyebabkan hiperlipidemia yang
berdampak buruk pada ginjal, khususnya glomerulus. Hingga saat ini, terapi
simvastatin menjadi pilihan populer sebagai intervensi farmakologis untuk
menurunkan hiperlipidemia. Akan tetapi, simvastatin memiliki berbagai efek
samping, sehingga alternatif nutrasetikal seperti ekstrak aquades bawang putih
siung tunggal perlu dikembangkan untuk mendapatkan efek serupa.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak aquades bawang
putih siung tunggal (Allium sativum) terhadap presentase glomerulus yang
mengalami sklerosis pada tikus yang diinduksi high fat diet.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental murni
(true experimental) dengan desain posttest only randomized control group design.
Sampel penelitian ini berjumlah 16 tikus yang terbagi dalam 4 kelompok. Kelompok
kontrol negatif (K-) merupakan kelompok yang diinduksi dengan HFD, kelompok
kontrol positif (K+) merupakan kelompok yang diinduksi HFD serta diintervensi
dengan obat simvastatin dengan dosisi 0.9 mg/100 gBB per ekor, kelompok
perlakuan 1 (P1) merupakan kelompok yang diinduksi HFD serta diintervensi
dengan ekstrak akuades bawang putih siung tunggal dengan dosis 1 ml/100 gBB
per ekor, dan kelompok perlakuan 2 (P2) merupakan kelompok yang diinduksi
HFD serta diintervensi dengan kombinasi ekstrak akuades bawang putih siung
tunggal dengan dosis 1 ml/100 gBB per ekor dan simvastatin dengan dosis 0,9
mg/100 gBB per ekor. Rerata masing-masing kelompok diuji normalitas dengan
Saphiro-wilk dan diuji parametrik dengan One-way ANOVA.
Hasil: Rerata glomerulosklerosis kelompok K-,K+,P1, dan P2 berturut turut adalah
21,25 glomerulus (42,5%), 13 glomerulus (26%), 14,25 glomerulus (28,5%), dan
11,75 glomerulus (24%). Uji normalitas Saphiro-wilk data berdistribusi normal
dengan persebaran data homogen dan uji parametrik One-way ANOVA
menunjukkan p = 0,028. Uji Post-hoc bonferroni menunjukkan terdapat perbedaan
signifikan antara proporsi glomerulosklerosis kelompok P2 dan kelompok K-.
Kesimpulan: Kelompok P2 memiliki proporsi glomerulosklerosis yang lebih
rendah dibanding proporsi glomerulosklerosis kelompok K- secara signifikan.
Collections
- Medical Education [2860]
