| dc.description.abstract | Latar Belakang: Salah satu terapi yang telah digunakan dalam pengobatan
diabetes melitus tipe 2 bekerja sebagai inhibitor protein SLC5A2/SGLT2.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang (Musa acuminata)
berpotensi sebagai antidiabetes dengan kandungan flavonoid paling banyak
ditemukan adalah jenis kuersetin. Flavonoid jenis ini memiliki banyak manfaat
salah satunya berpotensi sebagai antidiabetes melitus tipe 2.
Tujuan Penelitian: Mengetahui potensi kuersetin kulit pisang (Musa acuminata)
sebagai pengobatan diabetes melitus tipe 2 pada protein SLC5A2/SGLT2 dalam
studi in silico.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian komputasional non-
experimental dengan desain in silico. Profil struktur bioaktif kuersetin diambil dari
PubChem. Protein SLC5A2/SGLT2 diambil dari Protein Data Bank dengan PDB
ID:8HEZ. Potensi senyawa sebagai antidiabetes menggunakan Way2Drug.
Prediksi farmakokinetik dan lipinski rule of five menggunakan ADMETlab 3.0.
Validasi docking / nilai RMSD menggunakan Pymol. Energi ikatan menggunakan
PyRx. Residu asam amino menggunakan Discovery Studio.
Hasil: Studi ini menunjukkan kuersetin memiliki nilai Pa 0,273 dan Pi 0,057 (Pa>Pi)
dengan prediksi farmakokinetik menunjukkan hasil absorbsi (HIA:hijau), distribusi
(BBB:hijau), metabolisme (inhibitor CYP1A2 CYP2C9 CYP3A4, substrat
CYP2D6), ekskresi (CL:kuning) & toksisitas (Acute toxicity rule:0). Kuersetin
memenuhi aturan lipinski rule of five dengan nilai MW 302.04, logP 1.448, nHA 7.0,
nHD 5.0. Proses docking yang dilakukan valid dengan menunjukkan nilai RMSD
1,036 Å (RMSD<2Å). Kuersetin memiliki energi ikatan yang kuat yaitu -9,5
Kkal/mol dan memiliki residu asam amino yang mirip dengan dapagliflozin yaitu
SER287, TYR290, GLN457, LYS321, dan LEU84.
Simpulan: Hasil studi in silico ini menunjukkan kuersetin kulit pisang (Musa
acuminata) berpotensi sebagai lead compound untuk diabetes melitus tipe 2
dengan target protein SLC5A2/SGLT2. | en_US |