Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Pada Tenaga Kesehatan di RS Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Kualitas tidur yang terganggu dikaitkan dengan disfungsi
otonom dan perubahan hemodinamik yang berpotensi memengaruhi tekanan
darah. Tenaga kesehatan merupakan kelompok berisiko karena pola kerja
bergilir dan beban kerja tinggi.
Tujuan: Menilai hubungan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada tenaga
kesehatan di Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII).
Metode: Penelitian potong lintang analitik pada tenaga kesehatan (dokter umum,
dokter spesialis, dan perawat) dengan teknik proportional stratified random
sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index
(PSQI), sedangkan tekanan darah diukur langsung dengan sfigmomanometer
digital berkalibrasi sesuai standar. Data karakteristik yang dikumpulkan meliputi
usia, jenis kelamin, lama bekerja, indeks massa tubuh/lingkar perut, kebiasaan
merokok, serta faktor perjalanan (stres, jenis kendaraan, jarak). Analisis bivariat
menggunakan uji chi-square (α = 0,05).
Hasil: Total [N = 185] subjek penelitian dianalisis. Distribusi tekanan darah
mengikuti klasifikasi JNC 7 (normotensi hingga hipertensi derajat 2) dan kualitas
tidur dikategorikan menjadi baik vs buruk berdasarkan skor PSQI. Uji chi-square
menunjukkan p = 0,564 (p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara kualitas tidur dan tekanan darah pada populasi ini.
Kesimpulan: Pada tenaga kesehatan RS UII, kualitas tidur berdasarkan PSQI
tidak berhubungan secara signifikan dengan kategori tekanan darah. Faktor lain
seperti usia, status adipositas, beban/shift kerja, stres, konsumsi
kafein/tembakau, serta lama bekerja berpotensi berperan dan perlu
dipertimbangkan dalam analisis lanjutan.
Collections
- Medical Education [2860]
