Evaluasi Sistem Cold Chain Vaksin di Puskesmas Wates dan Kokap I Kabupaten Kulon Progo
Abstract
Keberhasilan program imunisasi dapat dilihat dari sistem pengelolaan vaksinnya. Namun pada pelaksanaannya di Indonesia, masih terdapat beberapa penyimpangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem cold chain di Puskesmas Wates dan Kokap I Kabupaten Kulonprogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional dan bersifat kualitatif, dengan pengumpulan data yang diperoleh berasal dari data primer. Pengumpulan data untuk hasil kualitatif dilakukan secara purposive sampling, dengan data primer yaitu wawancara dan observasi serta data pendukung berupa data sekunder yang diperoleh dari data rekap penggunaan vaksin di Puskesmas Wates dan Kokap I Kabupaten Kulonprogo. Data primer akan diolah dengan cara tabulasi dan dianalisis dengan metode triangulasi. Instrumen yang digunakan adalah recorder, kamera, dan ceklis yang berpedoman pada pedoman CDOB tahun 2012 dan standar Peraturan PMK Nomor 42 tahun 2013. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dilihat dari penyimpanan dan pendistribusiannya, baik Puskesmas Wates maupun Kokap I belum sepenuhnya sesuai dalam hal penyimpanan, pencatatan dan pemeliharaan. Kualitas pengelolaan vaksin berdasarkan indikator kualitas pengelolaan vaksin di Puskesmas Wates dan Kokap I berturut-turut pada tingkat ketersediaan vaksin berkisar antara 12,35-19,30 bulan dan 11,99-17,4 bulan, persentase waktu kekosongan vaksin sebesar 16,71% pada vaksin IPV di kedua puskesmas dan 8,49% pada vaksin HB Uniject di Puskesmas Kokap I, persentase stok mati vaksin sebesar 0% dan 16,67% dan total persentase vaksin rusak/kadaluarsa sebesar 1,17% dan 5,58%. Kesesuaian suhu penyimpanan vaksin di kedua puskesmas sudah sesuai, sedangkan kesesuaian penyimpanan vaksin sesuai kondisi FEFO belum sesuai di Puskesmas Wates.
Collections
- Pharmacy [1895]
