Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Kecemasan pada Pasien Hipertensi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara variabel kecemasan dengan variabel regulasi emosi. Kecemasan merupakan suatu kondisi dimana seorang individu memiliki kekhawatiran mengenai apa yang akan terjadi dan mempengaruhi suasana hati dan sikap. Terdapat empat aspek kecemasan yaitu subjective, neurophysiologic, autonomic, dan panic-related. Sedangkan regulasi emosi merupakan strategi yang digunakan untuk mengatur emosi yang dimiliki individu. Terdapat dua aspek regulasi emosi yaitu reappraisal dan supression. Skala yang digunakan untuk mengukur variabel kecemasan yaitu Beck Anxiety Inventory (BAI) yang dikemukakan oleh Aaron. T Beck. Skala yang digunakan untuk mengukur variabel regulasi emosi yaitu Emotional Regulation Questionnaire (ERQ) yang dikemukakan oleh Gross, skala ini mengukur dua aspek regulasi emosi yang dominan digunakan oleh individu yaitu reappraisal dan supression. Terdapat dua hipotesis dalam penelitian yaitu (1) ada hubungan negatif antara strategi regulasi emosi reappraisal dengan kecemasan pada pasien hipertensi dan (2) ada hubungan positif antara strategi regulasi emosi supression dengan kecemasan pada pasien hipertensi. Responden yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pasien penderita hipertensi berjumlah 43 responden, yaitu 24 responden pasien dengan penyakit hipertensi murni dan 19 responden dengan penyakit hipertensi komplikasi. Hipotesis pertama ditolak, artinya tidak terdapat hubungan negatif antara strategi regulasi emosi reappraisal dengan kecemasan pada penderita hipertensi (r = -0,056;p = 0,360), sedangkan hipotesis kedua terbukti, artinya terdapat hubungan positif antara strategi regulasi emosi supression dengan kecemasan pada pasien hipertensi (r= 0,276;p = 0,037).
Collections
- Psychology [281]
