Show simple item record

dc.contributor.authorHaq, Sumayyah Tsabitul
dc.date.accessioned2026-05-08T03:04:04Z
dc.date.available2026-05-08T03:04:04Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62213
dc.description.abstractPemekaran wilayah administrasi kecamatan di Kota Pekanbaru pada akhir tahun 2020 membawa konsekuensi logis berupa kewajiban pembaruan data kependudukan bagi ratusan ribu warga terdampak. Sebagai respons strategis, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan aplikasi layanan mandiri SIPENDUDUK untuk memfasilitasi proses tersebut secara daring. Namun, realisasi pembaruan data di lapangan masih belum mencapai target yang diharapkan, mengindikasikan adanya hambatan dalam penerimaan layanan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi penerimaan layanan SIPENDUDUK dengan mengembangkan model integrasi yang menggabungkan Technology Acceptance Model (TAM), Information Systems Success Model (Delone & McLean), serta variabel eksternal Digital Literacy dan Trustworthiness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 400 responden yang berdomisili di wilayah pemekaran dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi pengguna aktif. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Selain pengujian hipotesis, penelitian ini juga melakukan uji bias non-respons untuk memetakan karakteristik pengguna awal (early adopters) dibandingkan pengguna akhir yang merepresentasikan populasi umum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model yang diusulkan valid dalam menjelaskan fenomena adopsi. Hasil analisis menyoroti bahwa Trustworthiness (Kepercayaan) merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi niat penggunaan (β=0,488), melampaui pengaruh persepsi kegunaan maupun kemudahan. Digital Literacy terbukti menjadi anteseden krusial yang membentuk persepsi positif warga terhadap teknologi. Analisis bias non-respons mengungkap adanya kesenjangan persepsi yang signifikan; kelompok responden awal memiliki tingkat kepercayaan dan literasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok responden akhir yang cenderung skeptis dan terkendala masalah teknis infrastruktur. Selain itu, rendahnya nilai R pada variabel Usage Behavior (9,1%) mengonfirmasi bahwa penggunaan layanan kependudukan bersifat insidentil (event-based) dan sangat bergantung pada pemicu kebutuhan administratif, bukan merupakan aktivitas habitual.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa hambatan utama adopsi bukan sekadar masalah teknis, melainkan defisit kepercayaan dan kesenjangan literasi digital. Penelitian ini merekomendasikan Disdukcapil untuk beralih dari strategi pelayanan pasif menuju strategi proaktif "Jemput Bola" berbasis komunitas. Strategi ini melibatkan penggunaan kader digital untuk mendampingi warga dengan literasi rendah dan membangun kepercayaan melalui interaksi tatap muka, serta prioritas pada peningkatan stabilitas sistem untuk mereduksi persepsi risiko keamanan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjecte-governmenten_US
dc.subjectSIPENDUDUKen_US
dc.subjectPemekaran Daerahen_US
dc.subjectTamen_US
dc.subjectTrustworthinessen_US
dc.subjectDigital Literacyen_US
dc.subjectSystem Qualityen_US
dc.subjectAdopsi Teknologien_US
dc.subjectPelayanan Publiken_US
dc.titleAnalisis Penerimaan Layanan Publik Online Disdukcapil untuk Pembaruan Data Kependudukan Pasca Pemekaran Daerahen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21917039


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record