| dc.description.abstract | Latar Belakang: Psoriasis didefinisikan sebagai salah satu penyakit inflamasi kulit
kronis dengan faktor utama presdiposisi poligenik. Psoriasis diikuti oleh perubahan
pertumbuhan dan diferensiasi epidermis, biokimia, imunologis, abnormalitas
vaskular, serta sistem saraf. Kelembapan kulit merupakan salah satu parameter
dari fungsi skin barrier. Secara umum kelembapan dapat didefinisikan sebagai
kandungan air pada epidermis. Kelembapan kulit yang rendah berkaitan dengan
disregulasi skin barrier pada pasien psoriasis.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara kelembapan kulit dengan derajat
keparahan psoriasis.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sebanyak
30 Pasien dewasa dengan psoriasis plak menjadi subjek penelitian. Setiap pasien
dilakukan pengukuran parameter kelembapan kulit kulit, yaitu hidrasi stratum
korneum (SCH) dan kehilangan air transepidermal (TEWL), pada kulit yang
mengalami lesi dan tidak mengalami lesi.
Hasil: SCH lesi secara signifikan lebih rendah jika dibandingkan dengan SCH non
lesi (p <0,05). Sedangkan nilai TEWL lesi secaa signifikan lebih tinggi jika
dibandingkan dengan TEWL non lesi (p <0,05). Korelasi korelasi antara TEWL
non lesi dan derajat keparahan psoriasis kategori berat bermakna. Nilai korelasi
spearman p =0.004 menunjukkan korelasi yang kuat r=0.914. Perbedaan rerata
parameter kelembapan kulit dengan pasien penderita psoriasis dengan nilai PASI
ringan, sedang, dan berat menunjukkan tidak ada signifikansi.
Simpulan: Hubungan antara kelembapan kulit dengan derajat keparahan psorasis
memiliki hubungan signifikan pada uji korelasi yaitu TEWL non lesi pada kategori
PASI berat. Sementara itu parameter kelembapan kulit lain dengan derajat
keparahan PASI menunjukkan hasil tidak bermakna. | en_US |