| dc.contributor.author | Hudaifi, Imam | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-08T02:16:08Z | |
| dc.date.available | 2026-05-08T02:16:08Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | dspace.uii.ac.id/123456789/62191 | |
| dc.description.abstract | Uni Eropa mengadopsi European Climate Law sebagai instrumen hukum dari
European Green Deal mengikat negara anggota untuk melakukan kepatuhan
dengan menetapkan target pengurangan emisi GRK nasional sebagai upaya
mewujudkan net-zero emission pada tahun 2050. Penelitian ini menggunakan
konsep Compliance Theory dari Ronald B Mitchell. Melalui kepentingan yang
sejalan untuk mengurangi emisi GRK sebagai wujud implementasi paris
agreement, Jerman menunjukan kepatuhan dengan target yang lebih ambisius di
dalam amandemen Undang-Undang Perlindungan Iklim. Namun, kepatuhan
Jerman terhadap European Climate Law didasari oleh strategi politik agar isi
kebijakan perjanjian sesuai dengan kepentingan nasional agar mendorong
pengurangan emisi GRK nasional. Di sisi lain, adanya demonstrasi dari
masyarakat sipil dan gerakan Fridays For Future menyebabkan peningkatan
kepatuhan dengan target yang lebih ambisius. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Amandemen Undang-Undang Perlindungan Iklim | en_US |
| dc.subject | European Climate Law | en_US |
| dc.subject | European Green Deal | en_US |
| dc.subject | Jerman | en_US |
| dc.subject | Kepatuhan | en_US |
| dc.subject | Target pengurangan emisi GRK | en_US |
| dc.title | Kepatuhan Jerman Terhadap European Climate Law Melalui Amandemen Undang-undang Perlindungan Iklim (Klimauscutzgesetz) (2019-2021) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 20323276 | |