| dc.description.abstract | Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional
intelligence dengan tingkat agresivitas pada anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di
Yogyakarta. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena adanya perilaku agresif yang
kerap muncul ketika Satpol PP menjalankan tugas penertiban, sehingga diperlukan kemampuan
mengelola emosi agar dapat bertindak secara profesional. Riset ditempuh melalui pendekatan
kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek yang dilibatkan adalah 102 orang anggota Satpol
PP yangmana ditentukan melalui metode purposive sampling. Alat ukur yang dilibatkan dalam
pengukuran yakni Skala Emotional Intelligence di mana ditetapkan menurut aspek-aspek
sebagaimana Goleman, serta Skala Agresivitas yangmana merupakan hasil adaptasi dari Buss dan
Perry. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi product moment Pearson. Hasil yang
didapatkan mengindikasikan adanya korelasi negatif yang signifikan antara emotional
intelligence dengan agresivitas, dengan nilai korelasi r = -0,385 dan p < 0,01. Temuan tersebut
mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat emotional intelligence yang dimiliki anggota
Satpol PP, semakin rendah pula kecenderungan perilaku agresif yang ditampilkan. Sumbangan
efektif emotional intelligence terhadap agresivitas adalah sebesar 14,82%, yang berarti terdapat
aspek lain di luar penelitian ini yang turut memengaruhi agresivitas. Berdasarkan hasil penelitian,
disarankan agar institusi Satpol PP mengadakan pelatihan pengembangan emotional
intelligence guna meningkatkan kemampuan pengendalian emosi dan mengurangi kecenderungan
perilaku agresif dalam pelaksanaan tugas. | en_US |