• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tantangan dan Efek Samping Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Sleman

    Thumbnail
    View/Open
    21613288.pdf (3.020Mb)
    Date
    2025
    Author
    Lestari, Intan Sukma
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi di dunia. Pengobatan ini menggunakan obat antituberkulosis kombinasi dosis tetap (OAT-KDT) memiliki regimen yang kompleks dan jangka waktu lama. Kompleksitas terapi tersebut menimbulkan tantangan dan efek samping terhadap keberhasilan pengobatan pada pasien TB. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien, profil pengobatan, tantangan yang dihadapi selama pengobatan, serta efek samping obat pada pasien di Puskesmas Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross- sectional pada pasien terdiagnosis TB. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner dan rekam medis. Analisis data meliputi analisis deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman-Rank dan regresi Backward LR untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dan kejadian efek samping obat. Hasil: Pasien TB didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (67,0%) dan berada pada usia produktif (85,4%), dengan status gizi normal (47,6%), tingkat pendidikan tinggi (56,3%), serta pendapatan <1jt (45,6%). Karakteristik pasien juga didominasi oleh kasus TB paru (91,3%), tanpa komorbiditas (91,3%), tidak memiliki PMO (82,5%), serta kepatuhan minum obat yang tinggi (100%), meskipun (38,8%) pernah lupa mengonsumsi obat. Mayoritas pasien menerima OAT kategori 1 sesuai pedoman nasional. Tantangan pengobatan terutama berasal dari domain klinis, yaitu durasi terapi (34%), jumlah obat (33%), dan kekhawatiran efek samping (28,2%). Efek samping OAT umumnya bersifat ringan, yaitu perubahan warna kemerahahan pada urine (78,6%). Kesimpulan: Analisis bivariat tidak menunjukkan hubungan bermakna antara karakteristik responden dan kejadian efek samping obat, sementara analisis multivariat (Backward LR) mengidentifikasi riwayat alergi sebagai satu-satunya prediktor potensial efek samping obat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62159
    Collections
    • Pharmacy [1879]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV