Aktivitas Tabir Surya Spray Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus Champeden Spreng) Secara In Vitro
Abstract
Latar Belakang: Paparan matahari dapat menyebabkan beberapa efek buruk,
diantaranya penuaan dini pada kulit, pigmentasi, hingga kanker kulit. Saat ini,
kanker kulit menjadi peringkat ketiga dengan kasus kanker terbanyak setelah
kanker payudara. Salah satu cara mencegah efek yang merugikan dari paparan
sinar ultraviolet (UV) adalah dengan menggunakan tabir surya. Tabir surya
merupakan sediaan kosmesetikal yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar
matahari, Tabir surya yang beredar di pasaran lebih banyak menggunakan
bahan kimia, sehingga seringkali memicu iritasi. Indonesia dengan kekayaan
sumber daya alamnya memiliki banyak tumbuhan yang dapat digunakan sebagai
tabir surya yang lebih aman karena efek iritasi yang ditimbulkan akan lebih
ringan. Diperlukan penelitian tabir surya dari bahan alam daun cempedak yang
memiliki kandungan flavonoid berupa kuersetin dan berfungsi untuk melindungi
kulit dari efek merugikan paparan sinar ultraviolet (UV)
Tujuan Penelitian: Mengetahui potensi ekstrak daun cempedak sebagai spray
tabir surya.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif rancangan
quasi eksperimental. Terdapat empat variasi konsentrasi ekstrak yang
digunakan, F I; 0,25%, F II; 0,5%, F III; 0,75%, dan F IV; 0,5%+ZnO. Kemudian
dilakukan pengecekan nilai absorbansi untuk penentuan Sun Protection Factor
(SPF), analisis data dengan Kruskal Wallis dan Mann Whitney
Hasil: Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, terdapat peningkatan Sun
Protection Factor (SPF) disetiap peningkatan ekstrak yang diberikan. Hasil uji
statistik Kruskal Wallis p=0,000 (p<0,05) yakni terdapat hasil yang signifikan
antara nilai absorbansi dengan variasi pemberian konsentrasi ekstrak dengan
hasil SPF tertinggi diperoleh pada formula 3 dengan hasil 25,79.
Kesimpulan: Ekstrak daun cempedak berpotensi menjadi spray tabir surya.
Collections
- Medical Education [2860]
