Manajemen Operasional BMT (Studi di BMT Mitra Usaha Ummat)
Abstract
Fenomena maraknya kejadian beberapa BMT yang kolaps dewasa ini, mengakibatkan sustainibilitasnya atau keberlanjutannya diragukan oleh masyarakat, padahal modal utama BMT ialah trust (kepercayaan). Salah satu indikator kestabilan dan kesehatan BMT dapat dilihat pada manajemen operasional yang diterapkan pada lembaga tersebut. Oleh karenanya tesis dengan judul Manajemen Operasional BMT (Studi di BMT Mitra Usaha Ummat) ini bertujuan untuk menjelaskan manajemen operasional dan aplikasinya di BMT Mitra Usaha Ummat secara komprehensip. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan sifat penelitiannya adalah deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis-normatif-sosiologis. Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan analisis taksonomi, karena teknik analisis taksonomi memberikan hasil analisis yang lebih terperinci dan lebih terfokus pada suatu domain atau sub-sub domain manajemen operasional di BMT Mitra Usaha Ummat. Sedangkan Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Beranjak dari rumusan masalah penelitian kemudian dilanjutkan dengan tahap pengumpulan data, reduksi dan analisis data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Tesis ini ditulis secara sistematis agar lebih memudahkan penulis dalam melakukan proses analisis data. Melalui proses analisis data dapat disimpulkan bahwa manajemen operasional BMT Mitra Usaha Ummat berkaitan erat dengan fungsi manajemen BMT yang bertujuan menghasilkan keuntungan (profit) yang halal dan thoyyib melalui produk jasa keuangan, serta mengelola biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran yang terkait agar produktifitasnya semakin tinggi, dengan cara yang efektif dan efisien. Ruang lingkup operasional di BMT MUU terdiri dari 3 (tiga) item yaitu: a. Baitul Māl, aplikasinya pada BMT MUU berfungsi sebagai penerima titipan dana ZIS dan sebagai distributor dana tersebut kepada para mustahiq. Muzakki di BMT MUU didominasi oleh kalangan internal seperti pengurus dan pengelola. Distribusi dana ZIS sebagian besar disalurkan melalui FORTAMAS (Forum Takmir Masjid) di Kec. Ngemplak, Kalasan, dan Ngaglik sebagai perwujudan dari kepekaan sosial BMT MUU; b. Bait at-Tijārah, pada BMT identik dengan sektor riil, di mana dalam waktu dekat BMT MUU akan membuka Mini Market Syari’ah; c. Baitut Tamwil, sebagai perwujudan dari aspek komersial BMT yaitu melakukan penghimpunan dan penyaluran dana dari/kepada masyarakat dan pengusaha mikro.
Collections
- Master of Islamic Studies [1770]
