Paradigma Pendidikan Pesantren Salafiah dalam Pengembangan Etos Kerja (Studi Kasus di Kelurahan Cibeuti, Kawalu, Tasikmalaya)
Abstract
Penelitian ini adalah studi lanjutan mengenai korelasi agama dalam pengembangan ekonomi. Max Weber telah meneliti bahwa Kristen Calvin mempunyai korelasi positif terhadap kemajuan kapitalisme modern, begitupun Robert N. Bellah berhasil menemukan korelasi positif antara Agama Tokugawa dan semangat kerja orang Jepang pada masa Pemerintahan Meiji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi Islam dalam kemajuan ekonomi, dengan mengambil pesantren salafiyah sebagai pusat penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat paradigma pesantren salafiyah dalam mengembangkan etos kerja masyarakat. Pesantren salafiyah yang dimaksud disini adalah pesantren yang berdimensi fiqh-tasawuf minded yang mempunyai kegiatan-kegiatan pendidikan kemasyarakatan. Penelitian kualitatif ini bersifat deskriptif-analitis dengan menggunakan pendekatan sosiologis dengan maksud melihat kondisi nyata masyarakat yang dipengaruhi oleh pendidikan pesantren. Objek penelitian adalah masyarakat Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya dengan enam pesantren yang berdiri disekitarnya. Untuk mendapatkan gambaran secara terperinci, diambil beberapa tehnik untuk pengumpulan data. Observasi dilakukan untuk melihat keadaan sosial-ekonomi-keagamaan, wawancara digunakan untuk memahami pola pikir pengurus pesantren (kyai) dan masyarakat, sedangkan angket dimaksudkan untuk mengukur etos kerja masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa paradigma pesantren salafiyah di Cibeuti berkorelasi positif terhadap pengembangan etos kerja. Dua konsep penting yang dapat mempengaruhi hubungan ini adalah (1) Satukan Uşoli dan Usaha, (2) Barokah. Konsep pertama tertuju kepada penekanan fiqh terhadap prilaku hidup masyarakat, sedangkan konsep kedua lebih berdimensi tasawuf. Akibat dari perpaduan fiqh dan tasawuf yang dikembangkan oleh pesantren, semangat kerja masyarakat meningkat dari waktu ke waktu. Pola kerja yang dilakukan diusahakan agar tidak melanggar prinsip-prinsip agama yang diajarkan pesantren. Nilai sosial dari hasil penelitian ini adalah bahwa penilaian paradigma pesantren salafiyah yang selama ini dianggap kurang mendukung terhadap kemajuan ekonomi merupakan anggapan yang kurang tepat dan perlu ditinjau ulang. Disamping itu, kajian ini dapat menjadi pertimbangan bagi peneliti lanjutan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai "nilai barokah" yang berkembang di masyarakat.
Collections
- Master of Islamic Studies [1770]
