| dc.description.abstract | Sektor konstruksi secara global dikenal sebagai industri dengan tingkat kecelakaan kerja
yang tinggi secara konsisten. Proyek pembuatan concrete spillway (saluran pelimpah beton) di PT
Kaltim Prima Coal memiliki urgensi khusus karena tercatat adanya kurang lebih 13 insiden
kecelakaan kerja dalam beberapa tahun terakhir pada pekerjaan serupa. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis keselamatan kerja dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk
Assessment, and Determining Control) guna meminimalkan potensi bahaya, dan menciptakan
lingkungan kerja yang aman di lokasi proyek.
Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif-
kuantitatif, melalui observasi lapangan, wawancara dengan ahli K3, serta analisis data. Proses
HIRADC meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan pengendalian risiko
menggunakan hierarki eliminasi, rekayasa teknis, administrasi, serta penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 90 potensi bahaya dan risiko yang tersebar
di 10 tahapan pekerjaan utama. Dari hasil penilaian risiko, 35 risiko (39%) tergolong risiko
signifikan, 28 risiko (31%) risiko tinggi, 27 risiko (30%) risiko sedang, dan 0 risiko (0%) risiko
rendah. Setelah implementasi pengendalian risiko yang sistematis berdasarkan hierarki kontrol
eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan Alat Pelindung Diri, tingkat risiko berhasil
diturunkan secara drastis dengan tidak adanya lagi risiko Signifikan atau Tinggi. Temuan ini
membuktikan bahwa penerapan metode HIRADC secara efektif mampu menekan potensi bahaya,
meningkatkan kesadaran keselamatan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. | en_US |