Pendidikan Kerohanian Islam di Era Global (Telaah terhadap Implementasi Tasawuf Buya Hamka)
Abstract
Pendidikan Kerohanian Islam (Tasawuf) belakangan ini menjadi trend baru wacana keagamaan (Islam), sebagai sarana pergulatan intelektual, dan pencaharian makna hidup, juga sebagai terapi psikologis akibat suasana kehidupan yang materialistik- hedonistik di era global. Di kalangan pemikir Islam, Buya Hamka termasuk salah seorang pemikir, sekaligus penulis yang sangat produktif, diantaranya adalah tasawuf yang menjadi sasaran penelitian penulis. Yang menarik adalah, bahwa Buya Hamka seorang aktivis Persyarikatan Muhammadiyah yang berpaham Islam salafy (ortodoks) dan "anti tasawuf". Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami, mendalami, dan menganalisis pemikiran Buya Ilamka tentang tasawuf sekaligus ingin menemukan prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bercorak kepustakaan, yaitu menganalisis pemikiran tasawuf Buya Hamka, didasarkan pada data-data kepustakaan yang ada. Metode yang dipakai adalah hermeneutik-filosofis, dengan langkah-langkah: deskripsi, komparasi, analisis-sintesis serta refleksi-kritis. Hasil penelitian ini adalah: pertama, tasawuf Buya Hamka adalah tasawuf sunny dengan menjadikan Qur'an dan sunnah sebagai acuan utama. Kedua, di dalam tasawufnya, beliau memadukan pengalaman eksoterik dan esoterik dalam satu paket, namun tetap dalam bingkai al-Qur'an dan as-Sunnah. Ketiga, di dalam tasawufnya, terdapat sejumlah prinsip yaitu: Kesederhanaan, Keadilan-Keseimbangan, Dinamis- Progressif, Kemerdekaan-Kebebasan, serta Keluhuran Budi; sangat relevan untuk diimplementasikan di dalam Pendidikan Kerohanian Islam di era global. Keempat, Buya Hamka mencita-citakan sosok manusia berkepribadian utuh; seimbang antara jasmani- rohani, intelektual dan spiritual. Pandangan ini sejalan dengan tujuan dari penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, yakni unggul dalam Iptek, dan anggun dalam Imtak.
Collections
- Master of Islamic Studies [1768]
