Show simple item record

dc.contributor.authorSutra, Debi
dc.date.accessioned2026-05-06T03:10:56Z
dc.date.available2026-05-06T03:10:56Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62084
dc.description.abstractTransformasi digital di industri manufaktur Indonesia masih menghadapi tantangan yang signifikan, di mana sebagian besar inisiatif perubahan belum mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu penyebab utama kegagalan tersebut adalah tingginya resistensi karyawan terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kritis dalam implementasi Manufacturing Execution System (MES) 3.0 di PT. X dengan menggunakan model ADKAR (Awareness, Desire, Knowledge, Ability, Reinforcement), serta menguji peran resistensi karyawan sebagai variabel pemoderasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain explanatory sequential. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 248 karyawan dan dianalisis menggunakan regresi berganda serta Moderated Regression Analysis (MRA). Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 informan kunci dan dianalisis secara tematik untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Awareness (β = −0,315; p < 0,001), Knowledge (β = −0,287; p < 0,001), dan Ability (β = −0,246; p < 0,01) berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi MES 3.0, sementara Desire dan Reinforcement tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan penting lainnya mengungkap bahwa resistensi karyawan berperan sebagai variabel pemoderasi yang memperlemah hubungan antara Awareness (β = 0,183; p < 0,01) dan Knowledge (β = 0,156; p < 0,05) dengan keberhasilan implementasi. Analisis kualitatif memperkuat temuan tersebut dengan mengidentifikasi bahwa pendekatan awareness yang bersifat satu arah, pelatihan yang tidak terintegrasi dengan realitas kerja di lapangan, serta lemahnya sistem penguatan pasca-implementasi menjadi akar permasalahan utama dalam implementasi MES 3.0. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen perubahan konvensional belum efektif dalam konteks organisasi dengan tingkat resistensi yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan perlunya pendekatan manajemen perubahan yang lebih terintegrasi dengan menempatkan pengelolaan resistensi sebagai inti strategi dalam mempercepat transformasi digital di industri manufaktur Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectModel ADKARen_US
dc.subjectResistensi Karyawanen_US
dc.subjectMES 3.0en_US
dc.subjectTransformasi Digitalen_US
dc.subjectManajemen Perubahanen_US
dc.titleOptimalisasi Manajemen Perubahan dalam Percepatan Transformasi Digital di Industri Manufakturen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23916005


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record