Risiko Crash Harga Saham Perusahaan di Indonesia: Peran Kekuasaan CEO dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Abstract
Risiko crash harga saham merupakan fenomena jatuhnya harga saham secara
drastis dan mendadak dalam waktu singkat, yang sering menimbulkan kerugian
bagi investor dan mengganggu stabilitas pasar modal. Kondisi ini sering kali dipicu
oleh akumulasi berita buruk yang disembunyikan oleh manajemen perusahaan,
sehingga ketika berita tersebut terungkap secara bersamaan, harga saham
mengalami penurunan tajam, yang dikenal sebagai crash harga saham. Penelitian
ini memelopori investigasi pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan
sebagai moderator dalam pengaruh kekuasaan CEO, yang mencakup dimensi
formal (kepemilikan dan struktural) dan dimensi informal (prestise dan keahlian)
terhadap risiko crash harga saham dalam konteks struktur dewan dua tingkat di
Indonesia, suatu aspek yang belum dieksplorasi dalam penelitian terdahulu. Metode
kuantitatif menggunakan 1.628 pengamatan dari perusahaan non-keuangan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data sekunder bersumber dari laporan tahunan,
Yahoo Finance, dan basis data Osiris yang mencakup periode tahun 2018-2022.
Teknik analisis data menggunakan analisis regresi moderasi dengan common effect
model yang diolah dengan perangkat lunak STATA. Hasil penelitian
mengungkapkan bahwa dimensi kekuasaan formal CEO secara signifikan
meningkatkan risiko crash harga saham, sementara dimensi kekuasaan informal
CEO menunjukkan sebaliknya. Temuan baru yang penting dari penelitian ini adalah
keberhasilan pengungkapan CSR dalam memoderasi pengaruh kekuasaan formal
CEO terhadap risiko crash harga saham, kontribusi baru yang belum diidentifikasi
dalam penelitian terdahulu. Lebih lanjut, hasil uji kekokohan mengonfirmasi bahwa
temuan utama penelitian ini terbukti kuat dan dapat diandalkan. Selain itu,
perusahaan high profile menunjukkan tingkat pengungkapan CSR yang lebih tinggi
dibandingkan perusahaan low profile.
Collections
- Doctor of Economics [100]
