Petani dan Kemiskinan (Studi Mengenai Upaya Petani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya)
Abstract
Petani dan kemiskinan merupakan dua sisi yang berbeda, namun keduanya senantiasa melekat. Petani selalu identik dengan kemiskinan. Akan tetapi tidak semua petani itu miskin. Oleh karena itu, persepsi mereka tentang kemiskinan sangatlah berbeda satu sama lainnya. Permasalahan yang paling mendasar dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya petani dalam meningkatkan kesejahteraannya guna mengentaskan kemiskinan dilihat dari pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, perumahan, kesehatan, dan pendidikan. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan. Dalam penelitian ini ingin diungkapkan mengenai upaya petani miskin dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Pemikiran dari penelitian ini berangkat dari sabda Rasulullah saw., yang mengatakan bahwa kemiskinan lebih dekat kepada kekufuran. Metode penelitian yang digunakan adalah survai. Sampel penelitian sebanyak 100 orang petani yang ada di Desa Cipakat dan Cikunir Kecamatan Singaparna. Teknik pengumpulan data pokok yaitu angket dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan tabel-tabel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa persepsi petani di Kecamatan Singaparna mengenai kemiskinan dilihat dari pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, perumahan, kesehatan dan pendidikan termasuk kategori rendah/kurang. Karena nilai kategori yang diperoleh adalah sebesar 1,34 yang berarti pada interval nilai rendah (1,00 – 1,66). Dalam hal ini kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan, perumahan, kesehatan dan pendidikan di kalangan petani di Kecamatan Singaparna belum terpenuhi secara minimal, apalagi maksimal. Adapun upaya yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Singaparna dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mengentaskan kemiskinan yaitu melalui meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan meningkatkan kualitas pendidikan guna meningkatkan kualitas SDM. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh petani di Kecamatan Singaparna dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarganya meliputi: keterbatasan kesempatan kerja, rendahnya kualitas SDM, minimnya modal usaha, kurangnya peranan pemerintah, dan rendahnya potensi alam.
Collections
- Master of Islamic Studies [1824]
