Formulasi dan Evaluasi Solid SNEDDS Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Abstract
Latar Belakang. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung beragam senyawa bioaktif
potensial obat, tetapi kelarutannya yang rendah di air membatasi bioavailabilitasnya. Formulasi
SNEDDS dibuat untuk meningkatkan kelarutan dan ketersediaan hayati, tetapi kestabilannya
kurang memadai. Oleh karena itu, sediaan ini diubah menjadi bentuk solid-SNEDDS guna
menjaga stabilitas yang lebih baik.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan membuat sediaan ekstrak daun kelor dalam bentuk Self-
Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dan bentuk padatnya (solid-SNEDDS).
Metode. Ekstrak daun kelor diperoleh melalui maserasi, diformulasikan menjadi 4 formula
menggunakan minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan terpilih. SNEDDS dievaluasi meliputi
ukuran partikel dan stabilitas termodinamik. Formula terbaik dilanjutkan dengan pembuatan
solid-SNEDDS dengan metode spray drying menggunakan mannitol. Solid-SNEDDS
dikarakterisasi meliputi sifat alir, morfologi partikel, spektra infra merah, dan stabilitasnya.
Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik dengan komposisi labrasol (50%)
sebagai minyak; tween 80 (40%) sebagai surfaktan dan propilenglikol (10%) sebagai ko-
surfaktan merupakan sediaan yang terpilih. Formula ini menunjukkan ukuran partikel
32,37±1,17 nm, indeks polidispersitas 0,56±0,04 dan zeta potensial -28,13±0,75 mV serta uji
stabilitas termodinamik menunjukkan tidak terjadi pemisahan fase pada sediaan. Karakterisasi
solid-SNEDDS menunjukkan sifat mikromeritik dengan sudut diam sebesar 37,47 ± 0,7°, bulk
density 0,35 ± 0,01 g/mL, tapped density 0,49 ± 0,02 g/mL, compressibility index 29 ± 1,4%,
serta rasio hausner 1,40 ± 0,02, morfologi amorf/semi-amorf (SEM, XRD), serta analisis FTIR
menunjukkan tidak terdapat pergeseran puncak serapan yang signifikan pada bilangan
gelombang utama, melainkan hanya terjadi perbedaan intensitas, yang mengindikasikan tidak
adanya interaksi kimia baru maupun pembentukan ikatan kovalen antara senyawa aktif dalam
ekstrak kelor dengan eksipien manitol. Uji stabilitas memperlihatkan partikel tetap pada skala
nanometer dengan homogenitas baik meski terdapat sedikit perubahan ukuran dan zeta
potensial.
Kesimpulan. SNEDDS dan solid-SNEDDS ekstrak daun kelor memiliki karakteristik
fisikokimia dan stabilitas yang baik.
Collections
- Master of Pharmacy [35]
