• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh U-turn Pada Lengan Barat Terhadap Biaya Kerugian Bahan Bakar Minyak Akibat Kemacetan di Simpang Empat UPN Sleman Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21511011.pdf (5.472Mb)
    Date
    2025
    Author
    Savaras, Kemal Ibnu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Simpang Empat APILL UPN Sleman Yogyakarta merupakan salah satu simpul lalu lintas perkotaan dengan intensitas pergerakan kendaraan yang tinggi, khususnya pada jam puncak. Keberadaan fasilitas putar balik (U-turn) pada lengan barat di satu sisi mendukung aksesibilitas, namun di sisi lain berpotensi menurunkan kinerja simpang akibat meningkatnya konflik lalu lintas. Kondisi tersebut memicu peningkatan tundaan dan antrean kendaraan yang berdampak pada bertambahnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang pada kondisi eksisting, mengevaluasi pengaruh U-turn lengan barat terhadap kinerja lalu lintas, serta menghitung biaya kerugian konsumsi BBM akibat kemacetan. Analisis kinerja simpang dilakukan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan pemodelan lalu lintas mikroskopik dengan perangkat lunak PTV Vissim. Data primer diperoleh dari survei volume lalu lintas pada jam puncak yang dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang. Estimasi kerugian konsumsi BBM akibat tundaan lalu lintas dihitung menggunakan metode LAPI-ITB dan Lamsal (ATIS-India). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, simpang APILL UPN memiliki tundaan rata-rata sebesar 293,661 detik/kendaraan dengan derajat kejenuhan rata-rata sebesar 1,24, yang menunjukkan tingkat pelayanan (LOS) F. Pada fasilitas U-turn lengan barat, diperoleh derajat kejenuhan sebesar 1,10 dengan tundaan 71,29 detik/kendaraan, sehingga berkontribusi terhadap memburuknya kinerja simpang. Kondisi eksisting tersebut menimbulkan kerugian konsumsi BBM sebesar Rp 4.008.539 dengan LAPI-ITB dan Rp 3.861.029 Lamsal. Penerapan alternatif 3 mampu menurunkan tundaan dan kerugian BBM, meskipun tingkat pelayanan simpang masih berada pada kategori F.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62032
    Collections
    • Civil Engineering [4758]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV