Show simple item record

dc.contributor.authorZahri, Raja Rayhan
dc.date.accessioned2026-05-05T01:48:02Z
dc.date.available2026-05-05T01:48:02Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62007
dc.description.abstractUrbanisasi yang cepat dan pergeseran demografis di Daerah Istimewa Yogyakarta menciptakan tantangan dan peluang unik bagi perencanaan kota. Dengan populasi lansia yang terus bertambah dan harapan hidup yang meningkat, muncul kebutuhan mendesak untuk merancang lingkungan perkotaan yang mendukung kesejahteraan fisik, sosial, dan lingkungan. Desain ini mengeksplorasi konsep Intergenerational Hosuing sebagai model pengembangan permukiman berkelanjutan di Bantul, dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip WHO ICOPE dengan mengatasi masalah seperti akses ke layanan kesehatan, infrastruktur hijau, walkability, dan keterlibatan masyarakat. Desain ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang meningkatkan kualitas hidup bagi semua warga, khususnya lansia. Konsep utama dalam desain ini adalah aging in place, yang memastikan lansia dapat hidup mandiri dan nyaman di rumah dan komunitas mereka sendiri selama mungkin. Melalui perancangan arsitektur, proyek ini berupaya mengubah Bantul menjadi model kehidupan urban yang sehat, mendukung kesejahteraan populasi lansia sekaligus menciptakan komunitas yang berkelanjutan dan inklusif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIntergenerational Housingen_US
dc.subjectLansiaen_US
dc.subjectAging in Placeen_US
dc.titlePerancangan Intergenerational Housing dengan Pendekatan WHO ICOPE di Bantulen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19512107


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record